KALIMANTAN TIMUR — macOS Tahoe 2025 lalu dianggap sebagai salah satu pembaruan terburuk dalam sejarah Apple, dengan banyak kesalahan desain dan kegunaan yang tidak lazim. Kini, macOS 27 Golden Gate hadir sebagai penebusan atas kekeliruan tersebut, membenahi hampir semua masalah dan menghadirkan pengalaman yang lebih mulus. Lebih dari itu, pembaruan ini juga mengisyaratkan arah baru bagi lini Mac, khususnya kehadiran MacBook Ultra yang kabarnya akan memiliki layar sentuh.
Desain Liquid Glass yang Lebih Matang
Setelah mencoba beta publik macOS Golden Gate sepanjang musim panas, kesan pertama sangat positif. Elemen desain Liquid Glass yang tadinya tampak janggal di Tahoe—dengan layer aneh yang memisahkan kolom jendela dan ukuran yang tidak konsisten—kini tampil presisi dan nyaman dipakai untuk multitasking. Tampilan antarmuka terasa lebih tajam dan mudah di mata ketika bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus.
Perbaikan ini menegaskan bahwa Apple menyadari kegagalan desain Tahoe dan berupaya keras mengoreksinya. Golden Gate tidak hanya menjadi pembaruan penyelamat, tetapi juga menjadi fondasi kokoh bagi perangkat baru yang lebih ambisius.
Isyarat Menuju MacBook Ultra Layar Sentuh
Golden Gate dengan jelas memberi isyarat tentang Mac dengan layar sentuh. Gestur seperti menarik ke bawah untuk me-refresh di Safari dan Mail, serta desain tombol yang seolah dibuat untuk diakses dengan jari, merupakan bukti nyata. Integrasi Siri AI yang lebih dalam juga memungkinkan pengguna mengirim email, merekam memo suara, atau mengambil swafoto hanya dengan perintah suara.
MacBook Ultra ini diposisikan sebagai kebalikan dari MacBook Neo. Jika Neo adalah pintu masuk yang terjangkau, Ultra menyasar pengguna yang menginginkan Mac portabel paling mutakhir dengan harga tinggi. Bocoran spesifikasinya meliputi layar OLED sentuh—sebuah terobosan untuk Mac—serta ditenagai chip M6 Pro atau M6 Ultra yang menjanjikan performa dan daya tahan baterai lebih baik.
Performa Melompat Jauh dari Chip M1
Lompatan performa dari chip Intel ke Apple Silicon memang revolusioner. MacBook Pro berbasis Intel dulu kesulitan bertahan 4 jam di bawah beban berat atau menjalankan game seperti BioShock Infinite yang sudah berusia 3 tahun. Kini, MacBook Pro M1 Pro buatan 2021 masih sanggup memainkan game seperti Resident Evil 4 Remake dengan mudah dan jarang terdengar suara kipas.
Membayangkan lompatan lima tahun ke depan dengan arsitektur M6, potensi untuk bermain game Mac dan menjalankan aplikasi berat lainnya akan meningkat drastis. Daya tarik ini yang membuat MacBook Ultra terlihat sebagai penerus yang logis, bahkan mampu menggantikan dua perangkat sekaligus.
Pengganti iPad Pro yang Potensial
Bagi pengguna yang telah lama memakai iPad sejak debutnya di 2010, ekosistemnya yang tertutup seringkali membuat kembali ke Mac. Namun, ada kalanya layar sentuh lebih praktis, seperti saat mengedit video TikTok via LumaFusion atau membaca komik. MacBook Ultra dengan layar sentuhnya dapat menjembatani dua kebutuhan ini tanpa harus meninggalkan mouse dan trackpad.
Dengan kemampuan yang diklaim dapat menggantikan MacBook Pro M1 dan iPad Pro sekaligus, MacBook Ultra terasa seperti langkah alami berikutnya. Kombinasi peningkatan macOS Golden Gate, layar OLED sentuh, dan performa chip M6 berpotensi menjadikannya salah satu Mac terbaik yang bisa dipakai setidaknya selama lima tahun ke depan.