Pencarian

Fatherless pada Anak Indonesia: 25,8 Persen Kehilangan Peran Ayah, Ini Dampak dan Solusinya

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 07:09:01 WIB
Fatherless pada Anak Indonesia: 25,8 Persen Kehilangan Peran Ayah, Ini Dampak dan Solusinya
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga memaparkan data 25,8 persen anak Indonesia kehilangan peran ayah secara utuh.

KALIMANTAN TIMUR — Mama, pernahkah merasa beban pengasuhan anak terasa berat sendiri di rumah? Ternyata, perasaan itu dialami banyak keluarga di Indonesia. Data dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) mengungkap angka yang cukup mencengangkan: 25,8 persen anak di Indonesia hidup dalam keluarga yang kehilangan peran ayah secara utuh.

Angka ini bukan sekadar statistik. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024 dari BPS juga mencatat sekitar 20,1 persen atau 15,9 juta anak di bawah 18 tahun berpotensi tumbuh tanpa kehadiran ayah secara optimal. Artinya, hampir seperempat anak-anak kita berisiko mengalami kerentanan emosional dan perkembangan yang tidak maksimal.

Bukan Sekadar Ayah Tidak di Rumah

Koordinator Balai Penyuluh KB Kecamatan Kebonagung, Nasruddin Alghiffari, menegaskan bahwa fatherless bukan lagi persoalan kecil. "Data tersebut cukup mengejutkan. Fatherless bukan lagi persoalan kecil, tetapi menjadi ancaman nyata terhadap tumbuh kembang generasi muda Indonesia," ujarnya dalam talkshow di RSKW, Jumat (7/8/2026).

Penting dipahami, fatherless tidak selalu berarti ayah pergi atau bercerai. Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan Keluarga (KBK dan KK) pada Dinpermades P2KB Kabupaten Demak, Indah Kusumawati, menjelaskan bahwa ketidakhadiran secara emosional pun termasuk fatherless, meski ayah tinggal serumah.

Penyebab Umum dan Dampaknya pada Anak

Indah memaparkan beberapa pemicu utama fenomena ini. "Kasus yang paling banyak ditemukan berasal dari perceraian, disusul ayah yang bekerja jauh dari keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, hingga hubungan yang renggang antara ayah dan anak," jelasnya.

Dampaknya nyata. Anak-anak yang kehilangan figur ayah cenderung lebih rentan mengalami masalah perilaku, kesulitan mengatur emosi, dan prestasi belajar yang kurang optimal. Padahal, keterlibatan ayah sejak dini terbukti berperan besar dalam membentuk rasa percaya diri dan kemampuan sosial anak.

Peran Ayah Bisa Cegah Stunting

Menariknya, penguatan peran ayah juga menjadi kunci dalam upaya pencegahan stunting. Kabupaten Demak menjadi contoh nyata. Dengan melibatkan ayah dalam pengasuhan, prevalensi stunting di sana turun drastis dari 22,4 persen pada 2021 menjadi 9,5 persen pada 2023. Meski sempat naik tipis ke 10 persen pada 2024, angka ini tetap yang terendah di Jawa Tengah.

Kehadiran ayah yang suportif membantu ibu merasa tenang dan tidak stres, sehingga dapat memberikan ASI dan pengasuhan yang lebih baik untuk si Kecil. Dukungan emosional dari suami adalah fondasi keluarga yang kuat.

Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Inisiatif dari Kemendukbangga/BKKBN ini bertujuan meningkatkan keterlibatan aktif dan kehadiran emosional ayah dalam pengasuhan serta pendidikan anak.

Melalui GATI, para ayah dan calon ayah didorong untuk lebih terlibat dalam pendampingan remaja dan pengasuhan anak. Program ini diharapkan melahirkan generasi yang berkualitas, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus mencegah pernikahan usia anak.

Apa yang Bisa Mama Lakukan?

Jika suami masih kurang terlibat, mulailah dengan komunikasi terbuka. Ajak ayah berdiskusi tentang tumbuh kembang anak, jadwalkan waktu khusus bermain bersama, dan berikan apresiasi atas setiap usahanya. Ayah yang merasa dihargai akan semakin percaya diri mengambil peran.

Mama juga bisa mencari komunitas parenting yang mendukung keterlibatan ayah. Berbagi pengalaman dengan keluarga lain bisa menjadi sumber inspirasi dan kekuatan untuk membangun pola asuh bersama yang lebih seimbang.

Masa depan anak Indonesia ada di tangan Mama dan Papa. Yuk, mulai dari keluarga kita sendiri untuk memastikan tidak ada lagi anak yang merasa kehilangan sosok ayahnya.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infopublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks