SAMARINDA — Aktivitas perbaikan kapal di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Sakti, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, berujung petaka pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Sidi (58), warga Jalan P Bendahara, Gang Karya 4, Kelurahan Tenun, ditemukan tak bernyawa setelah terperosok ke lumpur di samping kapalnya.
Peristiwa itu sontak mengundang kepanikan warga sekitar. Anak korban yang berada di lokasi langsung berupaya mengevakuasi Sidi bersama sejumlah warga lainnya, namun nyawa korban tak tertolong.
Kronologi: Sesak Napas Lalu Terjatuh ke Lumpur
Firmansyah (34), warga yang ikut membantu evakuasi, menuturkan sebelum kejadian Sidi tengah sibuk memperbaiki kapal tambangannya. Tanpa diduga, korban tiba-tiba kehilangan tenaga dan langsung jatuh tertelungkup.
"Langsung ditolong sama anaknya dan warga yang ada di situ. Posisi wajah di lumpur dan cukup dalam," ujarnya kepada petugas di lokasi.
Kondisi medan yang berlumpur dan cukup dalam membuat proses evakuasi berlangsung alot. Warga harus berjibaku mengangkat tubuh Sidi dari kubangan lumpur di samping kapal.
Dugaan Serangan Jantung Mendadak
Kepala Regu PAMAPTA III Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, membenarkan adanya laporan warga terkait penemuan pria meninggal dunia di kawasan Gang Sakti. Dari keterangan awal, korban diduga mengalami sesak napas saat bekerja.
"Saat memperbaiki kapal, beliau sesak napas, kemudian terjatuh tertelungkup di bawah kapal," jelas Sofian.
Riwayat penyakit jantung yang dimiliki Sidi disebut menjadi faktor utama dirinya tiba-tiba kehilangan kesadaran. "Dugaan terkuat karena beliau memiliki riwayat sakit jantung," pungkasnya.
Keluarga Menolak Autopsi, Jenazah Dibawa ke Rumah Duka
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Sidi langsung dibawa ke kediamannya untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Petugas kepolisian menyebut keluarga korban tidak berkenan dilakukan visum maupun autopsi.
Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil informasi awal di lokasi, dugaan sementara korban meninggal akibat kondisi kesehatan yang dialaminya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.