Tim tanggap darurat gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan gambut seluas 311 hektare di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Api yang telah membakar bentang lahan selama lebih dari 13 hari itu mengancam kawasan yang berdekatan langsung dengan permukiman warga.
SAMARINDA — Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki babak krusial. Tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, hingga relawan Masyarakat Peduli Api bahu-membahu menerapkan sistem blokade agar rambatan api tidak semakin mendekati area tempat tinggal penduduk.
"Fokus utama kami saat ini adalah menerapkan sistem blokade secara terukur untuk memutus rambatan api agar tidak semakin mendekati area tempat tinggal masyarakat," ujar Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, Syaiful Muhammady, Rabu.
Karakter Api di Bawah Permukaan Tanah Jadi Kendala Utama
Penanganan kebakaran ini berjalan alot lantaran karakteristik api yang menjalar di bawah permukaan tanah gambut. Kondisi tersebut membutuhkan ekstra personel dan pasokan air yang masif untuk memastikan api benar-benar padam hingga ke lapisan tanah paling dalam.
Medan yang sulit dijangkau serta mengeringnya sungai-sungai kecil akibat musim kemarau panjang menambah berat tugas regu pemadam di lapangan. Para petugas harus menyiasati keterbatasan air dengan memanfaatkan sumber utama dari Sungai Sanga-Sanga yang didistribusikan secara berkelanjutan.
Pasokan Air dari Sungai Sanga-Sanga Jadi Andalan
Distribusi air tersebut berjalan lancar berkat dukungan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi. BPBD Kukar juga mengerahkan tiga kendaraan operasional serta sejumlah mesin pompa air portabel yang terus dioperasikan untuk membasahi area gambut secara merata.
"Untuk memadamkan lahan gambut secara tuntas mutlak diperlukan penggenangan, sehingga kami sangat menaruh harapan pada turunnya hujan alami maupun dukungan operasi modifikasi cuaca," kata Syaiful menambahkan.
18 Personel BPBD Harus Bagi Fokus ke Tiga Wilayah Lain
Operasi pemadaman di Pendingin ini menjadi uji ketahanan bagi personel tanggap darurat. Pasalnya, sebanyak 18 personel BPBD tingkat kabupaten juga harus membagi fokus pengawasan di wilayah rawan lain seperti Muara Muntai, Marangkayu, dan Muara Badak.
Manajemen penugasan yang efektif pun diterapkan agar seluruh titik rawan tetap terpantau. Langkah sigap tim gabungan di Kelurahan Pendingin ini merupakan manifestasi dari peningkatan kewaspadaan seluruh instansi terkait dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem di Kalimantan Timur.
Kesiapsiagaan terpadu ini dinilai krusial menyusul laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mendeteksi sebanyak 13.544 titik panas di Kaltim sepanjang 1 hingga 24 Agustus 2026 lalu.