Pencarian

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Sebut Erau 2026 Momentum Perkuat Identitas Budaya Kutai

Jumat, 18 September 2026 • 07:46:01 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Sebut Erau 2026 Momentum Perkuat Identitas Budaya Kutai

KUTAI KARTANEGARA — Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyatakan Erau Adat Kutai 2026 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari identitas budaya yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, tradisi itu telah menjadi bagian dari diri warga masyarakat Kukar.

"Erau ini sudah menjadi bagian dari identitas warga masyarakat yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kalau Erau tidak dilaksanakan dalam satu tahun, pasti bagi orang yang merasa orang Kutai ada sesuatu yang hilang dalam dirinya," ujar Aulia, Kamis (17/9/2026).

Dua Komponen Utama: Sakral dan Seremonial

Aulia menjelaskan, rangkaian Erau Adat Kutai terdiri atas dua komponen utama, yakni kegiatan sakral dan seremonial. Pemerintah Kabupaten Kukar diminta berpartisipasi aktif, terutama pada bagian sakral yang mengandung berbagai nilai budaya.

"Utamanya kegiatan sakral, kami berharap kepada seluruh perangkat Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara kita bisa mengikuti dan aktif berpartisipasi di kegiatan ini," ujarnya.

Tema "Raja Menunggal Bersama Rakyat" dan Maknanya

Erau Adat Kutai 2026 mengusung tema "Raja Menunggal Bersama Rakyat, Raja Menjamu Rakyatnya". Aulia menyebut tema tersebut memiliki makna mendalam dan menggambarkan kedekatan antara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kukar ikut menyukseskan Erau dengan tertib dan menghormati adat. Berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling mencaci atau merendahkan.

"Mari kita ikuti kegiatan Erau pada tahun 2026 ini dengan tertib, dengan penuh rasa hormat, dengan penuh rasa penghargaan," katanya.

Ajakan Wariskan Kebudayaan Kutai ke Generasi Berikutnya

Aulia menambahkan, Erau diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap kebudayaan daerah. Rasa memiliki itu perlu diwujudkan melalui tanggung jawab untuk menjaga, mempelajari, meneruskan, dan memperkenalkan adat Kutai secara bermartabat.

"Dengan memohon rida Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, mari kita jaga marwah Erau, kita hormati adat, kita muliakan sejarah, dan kita wariskan kebudayaan Kutai kepada generasi yang akan datang dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.

Rangkaian pra-Erau 2026 sendiri telah dimulai melalui kegiatan sakral "Beluluh" Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Tradisi Beluluh menjadi bagian dari tahapan adat yang mendahului puncak perhelatan Erau Adat Kutai.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: editorialkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks