KALIMANTAN TIMUR — Penggemar serial Star Trek dikejutkan dengan thumbnail terbaru Paramount+ untuk film klasik Star Trek II: The Wrath of Khan. Dalam gambar tersebut, Kapten Kirk yang diperankan William Shatner terlihat mengenakan jas dan dasi. Padahal, sepanjang karier aktingnya sebagai Kirk, Shatner tidak pernah sekalipun memakai pakaian formal semacam itu di luar set Holodeck.
Laporan dari Kotaku, yang dikonfirmasi oleh banyak pengguna internet, menyebutkan bahwa thumbnail itu masih terpasang di platform streaming tersebut. Kecurigaan langsung mengarah pada penggunaan generative AI untuk membuat gambar tersebut.
Seniman Ryan Estrada memberikan teorinya tentang asal-usul gambar aneh ini. Menurut Estrada, Paramount+ kemungkinan besar menyukai ekspresi wajah Kirk dari sebuah adegan saat ia menjalani pemindaian retina untuk mengakses file komputer. Adegan asli itu menampilkan close-up wajah Shatner dengan seragam Starfleet.
“Paramount+ mungkin ingin menyorot gambar itu sebagai thumbnail, tapi karena bingkainya terlalu sempit, AI generatif digunakan untuk menempatkan kepala Kirk di tubuh palsu dengan jas bisnis,” ujar Estrada. Ia juga menambahkan bahwa rambut Kirk di thumbnail terlihat sangat tidak natural karena bingkai asli terpotong di bagian dahinya.
Seorang penggemar yang mengaku telah menonton semua episode dari belasan seri Star Trek menyatakan kebingungannya. “Saya bahkan tidak yakin jas bisnis ada di masa depan yang jauh itu. Tidak ada uang di sana, jadi tidak banyak kebutuhan untuk urusan bisnis,” tulisnya.
Ia juga menyayangkan langkah Paramount yang dianggap mulai meninggalkan akar fiksi ilmiahnya. “Sebagai penggemar seumur hidup, rasanya menyakitkan melihat warisan ini dikelola oleh Paramount modern. Mereka bahkan menghentikan produksi Starfleet Academy dan Strange New Worlds,” tambahnya.
CEO Paramount, David Ellison, baru-baru ini menyatakan kepada CNBC bahwa perusahaannya “menggunakan teknologi untuk mentransformasi setiap aspek bisnis ini.” Namun, thumbnail Wrath of Khan justru dianggap sebagai pertanda buruk oleh para penggemar.
“Jika thumbnail itu adalah pertanda dari hal-hal yang akan datang, para penggemar Star Trek sebaiknya mulai menimbun Blu-Ray,” tulis seorang pengamat. Kritik ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa penggunaan AI yang tidak hati-hati justru merusak estetika dan konsistensi visual dari properti intelektual ikonik.
Hingga berita ini diturunkan, Paramount+ belum memberikan pernyataan resmi mengenai penggunaan AI pada thumbnail tersebut.