KALIMANTAN TIMUR — Sejak pekan lalu, pengguna WhatsApp di Indonesia bisa menambahkan akun kedua langsung dari menu pengaturan aplikasi. Cukup dengan menekan ikon tiga titik di pojok kanan atas, lalu memilih opsi "Tambah Akun", pengguna tinggal memasukkan nomor telepon kedua yang aktif. Setelah menerima kode verifikasi via SMS, akun baru siap digunakan tanpa perlu keluar dari akun utama.
Fitur ini menjadi angin segar bagi para freelancer dan pemilik usaha mikro yang selama ini mengandalkan aplikasi modifikasi seperti GBWhatsApp. Risiko keamanan dari aplikasi tidak resmi memang sudah lama menjadi peringatan para ahli siber. Mulai dari pencurian data pribadi, penyadapan pesan, hingga pemblokiran permanen akun oleh Meta.
Keamanan Data Lebih Terjamin
Berbeda dengan aplikasi pihak ketiga, fitur bawaan WhatsApp tetap melindungi percakapan dengan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption). Artinya, tidak ada pihak lain — termasuk Meta sendiri — yang bisa membaca isi chat pengguna. Setiap akun juga bisa dipasangi kunci biometrik terpisah, baik sidik jari maupun pemindai wajah.
Pengaturan notifikasi pun bisa dibedakan. Pesan dari rekan kerja masuk dengan nada dering berbeda dari pesan keluarga. Ini memudahkan pengguna memprioritaskan balasan tanpa harus mengecek kedua akun secara manual setiap saat.
Dampak ke Baterai dan Memori Ponsel
Kendati praktis, fitur ini punya konsekuensi teknis. Menjalankan dua akun secara aktif berarti aplikasi melakukan sinkronisasi data dua kali lipat lebih sering. Dampaknya langsung terasa pada konsumsi baterai dan penggunaan RAM ponsel. Pengguna dengan perangkat spek rendah mungkin akan merasakan perlambatan kinerja.
Risiko lain adalah salah kirim pesan. Jika tidak teliti melihat indikator akun yang sedang aktif, bukan mustahil pesan bernada santai untuk sahabat malah mampir ke grup kantor. WhatsApp sudah menyematkan label nama akun di bagian atas layar, tapi tetap butuh kebiasaan untuk selalu mengeceknya sebelum menekan tombol kirim.
Langkah Selanjutnya: Fitur Berbagi Status Terpisah
Ke depan, Meta dikabarkan sedang menguji coba fitur yang memungkinkan setiap akun memiliki daftar kontak dan status yang sepenuhnya independen. Saat ini, pengguna masih bisa memilih foto profil dan status yang berbeda untuk masing-masing akun. Namun, daftar kontak masih tergabung — artinya nomor yang tersimpan di akun utama juga muncul di akun kedua.
Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan aplikasi modifikasi, beralih ke fitur resmi memang butuh adaptasi. Tapi dengan jaminan keamanan data yang lebih ketat, langkah ini layak dipertimbangkan — apalagi mengingat risiko pemblokiran akun permanen yang mengintai pengguna WhatsApp versi bajakan.