PENAJAM — Kehadiran Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) dalam upacara adat Aruh Ganal Laung Kuning bukan sekadar seremoni. Kegiatan yang digelar di wilayah setempat ini menjadi ajang penguatan nilai-nilai budaya sekaligus pesan kamtibmas kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolres PPU menyebut bahwa tradisi lokal bukan hanya warisan leluhur. Lebih dari itu, seni dan tradisi menjadi fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang kuat. Hal ini disampaikan di hadapan para tokoh adat dan masyarakat yang hadir dalam prosesi adat tersebut.
Menurut Kapolres, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi seperti gotong royong, musyawarah, dan saling menghormati sangat relevan dengan upaya menjaga keamanan. Ketika masyarakat kuat memegang tradisi, potensi konflik sosial bisa diredam sejak dini. Instrumen kamtibmas, kata dia, tidak melulu soal patroli dan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan budaya yang menyentuh langsung akar komunitas.
Aruh Ganal Laung Kuning sendiri merupakan ritual adat yang sarat makna bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Prosesi ini biasanya digelar sebagai bentuk syukur dan doa bersama, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pelestarian tradisi seperti Aruh Ganal Laung Kuning memberikan dampak langsung pada kohesi sosial. Warga yang rutin menggelar upacara adat cenderung memiliki ikatan komunitas yang lebih erat. Hal ini secara tidak langsung memperkuat sistem keamanan lingkungan berbasis kearifan lokal.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mewariskan tradisi ini kepada generasi muda. Dengan begitu, identitas budaya tidak luntur di tengah arus modernisasi yang kian deras.
Pesan Kapolres ini terutama ditujukan kepada generasi muda PPU. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam setiap prosesi adat. Para tokoh adat dan pemuda setempat pun menyambut baik ajakan tersebut, mengingat minat anak muda terhadap budaya lokal mulai menurun.
Ke depan, Polres PPU berencana menjadikan kegiatan adat serupa sebagai agenda rutin yang bersinergi dengan program pembinaan masyarakat. Hal ini diyakini mampu menekan angka gangguan kamtibmas melalui pendekatan preventif berbasis budaya.
Secara spesifik, tidak disebutkan jadwal pasti penggencaran program ini. Namun, kehadiran langsung Kapolres dalam Aruh Ganal Laung Kuning menjadi sinyal bahwa pendekatan budaya akan semakin dioptimalkan di PPU. Masyarakat pun diimbau untuk aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan adat yang dig