Pelindo Pangkalbalam Resmi Jadikan Pancasila Fondasi Budaya Kerja, Targetkan Lonjakan Pelayanan Publik

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Senin, 01 Juni 2026 | 13:58:01 WIB
Manajemen Pelindo Pangkalbalam resmi jadikan Pancasila sebagai fondasi budaya kerja dalam pelayanan publik.

KALIMANTAN TIMUR — Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Pangkalpinang menjadi momentum bagi manajemen Pelindo Pangkalbalam untuk melakukan transformasi internal. Achmad Yoga Suryadarma menyebutkan bahwa tema nasional "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia" harus diimplementasikan hingga ke lini terdepan pelayanan.

"Hari Lahir Pancasila ini momen kita untuk lebih meningkatkan semangat melayani dengan sepenuh hati kepada masyarakat," ujar Yoga usai upacara peringatan di Pangkalpinang, Senin.

Lima Sila Jadi Tolak Ukur Kinerja Pelabuhan

Pelindo Pangkalbalam tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai slogan seremonial. Perusahaan pelat merah ini menjabarkan kelima sila sebagai standar operasional pelayanan. Mulai dari sila pertama yang mendorong integritas spiritual, hingga sila kelima yang menuntut keadilan dalam distribusi akses jasa kepelabuhanan bagi seluruh pengguna.

"Nilai-nilai Pancasila ini harus menyatu di dalam setiap jiwa dan diri insan Pelindo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya. Ia menambahkan, penerapan nilai-nilai tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Mengapa Baru Sekarang dan Apa Dampaknya?

Keputusan ini merupakan respons atas kebutuhan peningkatan daya saing Pelindo Pangkalbalam sebagai hub logistik. Dengan populasi pengguna jasa yang terus bertumbuh, perusahaan membutuhkan fondasi budaya kerja yang kokoh untuk meminimalisir keluhan dan mempercepat proses bongkar muat.

Yoga berharap seluruh insan Pelindo Pangkalbalam tidak hanya menerapkan, tetapi juga menjiwai nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas sehari-hari. "Mari kita menggelorakan semangat melayani berlandaskan Pancasila untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa Pelabuhan Pangkalbalam ini sebagai pintu gerbang perekonomian masyarakat di Pulau Bangka," ajaknya.

Langkah ini sejalan dengan arahan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mengamanatkan Pancasila sebagai ideologi aktif dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan di bangku sekolah. Bagi Pelindo, ini adalah strategi jangka panjang untuk membangun kepercayaan publik di tengah persaingan bisnis kepelabuhanan regional.

Dengan fondasi baru ini, Pelindo Pangkalbalam optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu simpul logistik utama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top