KALIMANTAN TIMUR — Berdasarkan data perdagangan sesi I, Selasa (2/6/2026), IHSG terkoreksi 0,91 persen ke posisi 6.140. Tekanan jual mendominasi sejak pembukaan: 380 saham melemah, 198 saham menguat, dan 381 saham stagnan. Nilai transaksi awal mencapai Rp2,1 triliun dengan volume 3,09 miliar saham.
Koreksi IHSG diikuti hampir seluruh indeks acuan. Indeks LQ45 turun 0,28 persen ke 617, IDX30 melemah 0,21 persen ke 348, dan JII terkoreksi 0,26 persen ke 376. Indeks MNC36 juga tak luput dari tekanan, turun 0,17 persen ke 269.
Dari 11 indeks sektoral, hanya empat sektor yang bertahan di zona hijau: energi, properti, industri, dan kesehatan. Tujuh sektor lainnya bergerak melemah, meliputi konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi. Tekanan jual merata di hampir seluruh lini.
Meski pasar bearish, sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan. Tiga saham memimpin daftar top gainers: PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), PT Arthavest Tbk (ARTA), dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Lonjakan harga ketiga saham ini menjadi pengecualian di tengah dominasi aksi jual.
Investor dan pelaku pasar masih mencermati pergerakan indeks pada sisa sesi perdagangan. Level support terdekat IHSG berada di kisaran 6.140, dengan resistance di level 6.207. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen global dan aksi investor asing.