KUTAI BARAT — Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kutai Barat mematangkan persiapan menjelang Porprov Kaltim 2026. Sebanyak 12 atlet angkat besi kini menjalani latihan intensif untuk membidik dua medali emas di ajang yang akan digelar di Kabupaten Paser tersebut.
Target dua medali emas ini bukan tanpa alasan. PABSI Kutai Barat melihat potensi besar dari para atlet binaannya yang telah menunjukkan peningkatan performa signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Latihan intensif difokuskan pada teknik dasar, kekuatan fisik, dan mental bertanding.
Ketua PABSI Kutai Barat menyebutkan bahwa persiapan ini sudah dimulai sejak awal tahun. Para atlet digembleng dengan program latihan terstruktur yang dipantau langsung oleh pelatih berpengalaman.
Program latihan yang dijalani para atlet meliputi latihan beban, teknik angkatan snatch dan clean & jerk, serta pemulihan cedera. Setiap atlet memiliki jadwal latihan individu yang disesuaikan dengan kelas berat badan masing-masing.
“Kami optimistis target dua emas ini bisa tercapai. Semua atlet menunjukkan semangat tinggi dan disiplin dalam setiap sesi latihan,” ujar salah satu pelatih PABSI Kutai Barat. Latihan rutin digelar di pusat pelatihan daerah di Sendawar.
Porprov Kaltim 2026 di Paser akan menjadi ajang pembuktian bagi atlet-atlet dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Bagi Kutai Barat, ajang ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan perkembangan olahraga angkat besi di daerah tersebut.
Selain mengejar prestasi, PABSI Kutai Barat juga berharap Porprov dapat menjadi ajang regenerasi atlet muda. Dengan persiapan yang matang, mereka yakin kontingen Kutai Barat bisa membawa pulang medali lebih banyak dari target awal.
PABSI Kutai Barat berencana menggelar uji coba tanding antar-atlet dalam waktu dekat. Uji coba ini bertujuan untuk mengukur kesiapan teknis dan mental para atlet sebelum bertanding di Porprov nanti.
Selain itu, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Barat untuk memastikan kebutuhan logistik dan pendanaan atlet terpenuhi. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dinilai penting untuk menjaga motivasi para atlet.