KALIMANTAN TIMUR — Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis temuan terbaru terkait persepsi publik terhadap program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam survei yang dilakukan pada pertengahan Mei 2026, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempati posisi puncak sebagai inisiatif yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, memaparkan data tersebut dalam tayangan resmi YouTube Poltracking, Kamis (4/6/2026). Menurutnya, angka 27,6 persen ini menempatkan MBG jauh di atas program prioritas lainnya. “Ini adalah program prioritas paling bermanfaat. Jadi makan bergizi gratis MBG yang paling populer ini tetap dianggap sebagai program yang paling dirasakan secara langsung oleh publik di 27,6%,” ujar Masduri.
Di bawah MBG, program Kartu Indonesia Sehat menempati posisi kedua dengan 11,2 persen, disusul Kartu Indonesia Pintar sebesar 10,1 persen, dan layanan kesehatan gratis di angka 8,5 persen. Pola serupa juga terlihat saat responden diminta menilai ketepatan sasaran program. MBG kembali unggul dengan 24,5 persen, diikuti Kartu Indonesia Sehat (12 persen), Kartu Indonesia Pintar (10,7 persen), dan layanan kesehatan gratis (10,6 persen).
Meski tingkat popularitas MBG sangat tinggi, Masduri menyoroti adanya kesenjangan signifikan dengan tingkat kepuasan. Survei mencatat 92,1 persen publik mengetahui program ini, namun hanya 55,6 persen yang menyatakan puas. “Nah ini catatannya saya kira, jadi antara popularitas dengan tingkat kepuasan itu rentangnya sangat jauh dari 92,1% yang puas hanya 55,6%,” katanya.
Terkait masa depan program, Poltracking mendalami pandangan publik apakah MBG perlu dilanjutkan. Hasilnya, 51,9 persen responden menyatakan program ini penting untuk tetap berjalan. Sementara itu, 35,3 persen menilai tidak perlu dilanjutkan, dan 12,8 persen lainnya menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Survei ini melibatkan 1.220 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Pengambilan data dilakukan secara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.