BONTANG — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini di Kota Bontang tidak berhenti pada seremonial belaka. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memimpin langsung aksi korve massal dan pembersihan sampah di kawasan pesisir Pelabuhan Tanjung Laut Indah, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan lintas sektor. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), jajaran kecamatan dan kelurahan, TNI, hingga Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bontang. Warga setempat juga ikut serta dalam penyisiran sampah yang diperluas hingga ke permukiman di RT 11 dan RT 12 Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Agus Haris menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya beban pemerintah. Ia menyebut tanggung jawab menjaga lingkungan adalah milik semua pihak.
"Kota Bontang adalah milik kita bersama. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan yang akan kita wariskan kepada anak-cucu di masa depan," ujarnya.
Menurut Agus, wilayah pesisir menjadi titik paling rentan terhadap pencemaran laut. Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah dari rumah merupakan solusi jangka panjang yang paling utama.
"Lingkungan yang bersih bukan hanya menunjang kesehatan, tetapi mencerminkan nilai dan martabat kota yang harus kita jaga bersama," imbuh Agus Haris.
Aksi nyata di lapangan terlihat saat Agus Haris bersama Kepala DLH Kota Bontang, Heru Triatmojo, naik ke perahu sampah milik dinas. Keduanya menyisir dan mengangkut sampah yang mengapung di area perairan sekitar pelabuhan.
Gerakan ini selaras dengan tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, yaitu "Saatnya Bekerja untuk Iklim". Tema tersebut diamanatkan melalui Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI.
Tidak hanya terpusat di Tanjung Laut Indah, aksi korve massal ini berlangsung serentak di berbagai titik strategis yang tersebar di 15 kelurahan se-Kota Bontang. Seluruh perangkat daerah turun ke lapangan pada hari yang sama.