PASER — Langit di kawasan perbukitan Sultan Hill, Paser, mulai dipenuhi puluhan parasut berwarna-warni sejak Kamis (4/6). Tandanya, International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2026 resmi bergulir, menyedot perhatian atlet paralayang dari dalam dan luar negeri.
Lokasi di Kabupaten Paser ini dinilai memiliki topografi yang ideal untuk olahraga paralayang. Kontur bukit dan pola angin yang stabil membuat Sultan Hill kerap disebut sebagai salah satu spot penerbangan bebas terbaik di Kalimantan Timur. Pemilihan venue ini juga menjadi bukti bahwa daerah memiliki infrastruktur untuk event internasional.
Pihak panitia menyebutkan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, meskipun angka pastinya tidak disebutkan dalam keterangan resmi. Mereka akan bertanding dalam nomor akurasi pendaratan, di mana presisi menjadi kunci utama. Event ini sekaligus menjadi ajang uji coba bagi atlet Tanah Air sebelum berlaga di kancah global.
Perhelatan IPAC 2026 tidak hanya soal olahraga. Gelaran ini dipastikan menggerakkan roda ekonomi warga sekitar, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Paser. Mulai dari penyediaan akomodasi, kuliner, hingga transportasi lokal, semuanya ikut kebagian rezeki dari kedatangan peserta dan pengunjung.
Pemerintah Kabupaten Paser sendiri menargetkan event ini bisa menjadi agenda tahunan yang memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) di Kalimantan Timur. Dengan adanya IPAC 2026, diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Paser juga meningkat.
International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) menguji kemampuan pilot dalam mendaratkan parasut tepat pada titik sasaran yang telah ditentukan. Teknik ini membutuhkan konsentrasi tinggi dan penguasaan kondisi angin. Bagi warga yang penasaran, lokasi di Sultan Hill menyediakan area pandang yang cukup luas untuk menyaksikan aksi para atlet dari jarak aman.
Pemerintah setempat berencana menjadikan Sultan Hill sebagai pusat latihan paralayang permanen. Langkah ini diambil untuk memastikan infrastruktur yang sudah dibangun tidak mangkrak setelah event selesai. Ke depan, spot ini diharapkan bisa melahirkan atlet-atlet paralayang baru dari Kalimantan Timur.