6 Bulan Belajar Lesehan di SDN 013 Sambutan Samarinda, Siswa Bawa Meja Lipat dari Rumah

Penulis: Prayoga Santana  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:54:31 WIB
Siswa SDN 013 Sambutan belajar lesehan di ruang kelas baru tanpa meja dan kursi.

SAMARINDA — Aktivitas belajar mengajar di SDN 013 Sambutan, Samarinda, berlangsung tidak seperti biasanya sejak awal semester dua tahun ajaran ini. Puluhan siswa kelas III harus menjalani pelajaran sambil duduk lesehan di lantai ruang kelas baru yang belum memiliki fasilitas meja dan kursi.

Apa Dampak Belajar Lesehan bagi Siswa?

Guru Kelas III SDN 013 Sambutan, Dian Kuswoyo, mengakui kondisi tersebut mempengaruhi kenyamanan dan konsentrasi anak-anak selama mengikuti pelajaran. Ia menjelaskan bahwa siswa lebih cepat merasa lelah karena harus duduk di lantai dalam waktu yang cukup lama.

“Pembelajaran tentu tidak senyaman jika siswa menggunakan meja dan kursi. Saat duduk di lantai, mereka lebih cepat merasa lelah sehingga konsentrasi belajar juga menjadi lebih terbatas,” ujar Dian.

Aktivitas menulis dan mengerjakan tugas menjadi lebih sulit dilakukan tanpa alas yang memadai. Kondisi ini membuat proses belajar tidak berjalan seoptimal pembelajaran di ruang kelas yang telah dilengkapi sarana pendukung.

Inisiatif Orang Tua: Bawa Meja Lipat dari Rumah

Menghadapi keterbatasan tersebut, pihak sekolah bersama orang tua murid kemudian mencari solusi agar kegiatan belajar tetap berlangsung pada sesi pagi. Kesepakatan itu melahirkan inisiatif untuk membawa meja lipat dari rumah masing-masing.

“Meja yang digunakan saat ini memang dibawa masing-masing siswa dari rumah sebagai bentuk dukungan orang tua terhadap kegiatan belajar anak-anak,” kata Dian.

Menurut Dian, tidak ada keluhan berarti dari para orang tua. Mereka justru mendukung langkah tersebut karena menganggap yang terpenting adalah anak-anak tetap bisa mengikuti pembelajaran secara normal tanpa harus kembali menerapkan sistem dua shift.

“Orang tua memahami kondisi yang ada dan mendukung upaya sekolah. Selama kebutuhan belajar anak-anak tetap terpenuhi, mereka tidak mempermasalahkan penggunaan meja lipat dari rumah,” tambahnya.

Bagaimana Tanggapan Dinas Pendidikan Samarinda?

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Ibnu Araby, menilai langkah yang diambil sekolah merupakan kebijakan internal untuk menyiasati keterbatasan fasilitas yang ada. Pihaknya belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai kapan pengadaan meja dan kursi untuk ruang kelas baru tersebut akan direalisasikan.

Apa Langkah Selanjutnya untuk SDN 013 Sambutan?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian ketersediaan meja dan kursi di SDN 013 Sambutan. Para siswa dan guru masih mengandalkan meja lipat bawaan dari rumah untuk sementara waktu.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: borneoflash.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top