3 Alasan Manusia Selalu Dihadapkan Ujian Hidup, Ustadz Fadli Jelaskan di Khutbah Jumat Balikpapan

Penulis: Taufik Rahman  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 19:21:32 WIB
Ustadz Fadli menyampaikan makna ujian hidup dalam khutbah Jumat di Masjid Ash Shiddiq Balikpapan.

BALIKPAPAN — Ratusan jamaah Masjid Ash Shiddiq di Kampung Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, mendengarkan khutbah Jumat yang mengupas makna ujian kehidupan, Jumat (5/6/2026). Ustadz Fadli dalam ceramahnya menyampaikan bahwa setiap cobaan yang menimpa manusia memiliki tujuan mulia di sisi Allah.

Ujian sebagai Penghapus Dosa

Alasan pertama yang disampaikan Ustadz Fadli adalah ujian berfungsi sebagai sarana penghapus dosa. Ia mengutip hadis riwayat Imam Muslim yang menyebutkan bahwa setiap musibah yang menimpa seorang muslim mengandung nilai pengampunan.

"Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah, baik berupa rasa lelah, sakit, gelisah, sedih, gangguan, hingga bersedih hati, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan sebab itu," ujarnya di hadapan jamaah.

Jalan Menaikkan Derajat di Surga

Alasan kedua, ujian menjadi jalan bagi Allah untuk meninggikan derajat seorang hamba di akhirat. Ustadz Fadli menjelaskan bahwa terkadang seseorang telah ditakdirkan memperoleh kedudukan tinggi di surga, namun amal ibadahnya belum mencukupi untuk mencapai derajat tersebut.

"Maka Allah memberikan ujian pada fisiknya, hartanya, atau anak-anaknya. Kemudian Allah menjadikan dia sabar atas ujian-ujian tersebut hingga ia dapat mencapai derajat tinggi di surga yang telah ditakdirkan," jelasnya.

Tanda Kecintaan Allah kepada Hamba

Alasan ketiga, ujian merupakan bentuk kecintaan Allah SWT kepada hamba-Nya. Dalam khutbahnya, Ustadz Fadli kembali mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian yang dihadapi.

"Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi ujian mereka. Barang siapa yang rida dengan ujian Allah, maka baginya rida Allah. Dan barang siapa yang marah atau kecewa, maka baginya kemurkaan Allah," tuturnya.

Pesan untuk Bersabar dan Bersyukur

Menutup khutbahnya, Ustadz Fadli mengajak jamaah untuk memandang setiap ujian secara positif. Cobaan, kata dia, adalah bentuk kasih sayang Allah sekaligus sarana membersihkan dosa dan meninggikan derajat manusia.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan sikap dalam menjalani kehidupan: bersabar saat menghadapi cobaan dan bersyukur ketika memperoleh nikmat. "Kehidupan adalah pemberian dari Allah dan pada akhirnya akan kembali kepada Allah. Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita semua hamba-hamba-Nya yang senantiasa sabar dan bersyukur," pungkasnya.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: jurnalborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top