KALIMANTAN TIMUR — Timnas Korea menutup rangkaian pemusatan latihan di Amerika Serikat dengan hasil sempurna. Dua kemenangan beruntun diraih setelah sebelumnya membantai Trinidad dan Tobago 5-0 pada 31 Mei lalu. Kini, fokus sepenuhnya beralih ke Piala Dunia yang akan dimulai pekan depan.
Pertandingan di South Field, Brigham Young University, berjalan ketat sejak menit awal. El Salvador memberikan perlawanan sengit, membuat Korea kesulitan menembus pertahanan lawan di babak pertama. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Korea meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas akhirnya hadir melalui situasi bola mati. Pada menit ke-57, Lee Dong-gyeong yang menjadi eksekutor sukses menaklukkan kiper El Salvador dengan tendangan kaki kiri melengkung. Bola bersarang mulus di pojok gawang.
Kemenangan ini bukan sekadar catatan statistik. Lebih penting, tim pelatih mendapatkan gambaran nyata soal kesiapan tim menghadapi lawan-lawan berat di Grup Piala Dunia. Hasil uji coba melawan dua tim dengan gaya berbeda—Trinidad and Tobago yang lebih terbuka dan El Salvador yang disiplin—memberi variasi evaluasi.
“Ini laga yang keras. Kami diuji secara fisik dan mental. Saya puas dengan respons pemain setelah turun minum,” demikian pernyataan pelatih Hong Myung-bo dalam rilis resmi setelah pertandingan.
Setelah pertandingan, skuad Korea mendapat jadwal istirahat pada 5 Juni. Keesokan harinya, 6 Juni 2026, seluruh pemain dan ofisial akan terbang ke Guadalajara, Meksiko. Kota itu akan menjadi markas mereka selama fase grup. Pertandingan pertama dan kedua Korea di Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di stadion yang sama.
Catatan defensif yang sempurna ini menjadi sinyal positif bagi lini belakang Korea menjelang turnamen. Namun, efektivitas di lini depan masih perlu ditingkatkan, terutama saat menghadapi pertahanan rapat seperti yang diperagakan El Salvador.