KALIMANTAN TIMUR — Peluang itu terbuka lebar bagi Jonatan yang sudah dua kali merasakan podium juara di Istora. Prestasi ini akan menempatkannya di jajaran elit pebulu tangkis Indonesia yang mendominasi Istora, sebuah venue yang menjadi saksi bisu perjalanan karier para legenda.
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Gideon tercatat sebagai ganda putra paling sukses di Istora. Mereka sukses merebut gelar Indonesia Open (2017, 2018), Indonesia Masters (2018, 2020), serta Piala Thomas 2020 (yang digelar 2021 di Istora).
Jonatan sendiri sudah mengoleksi dua gelar di tempat yang sama: Indonesia Masters 2023 dan Indonesia Open 2024. Kemenangan di final nanti akan melengkapinya sebagai juara di tiga turnamen berbeda di Istora — sebuah rekor yang belum pernah dicapai pemain tunggal putra Indonesia sebelumnya.
Bagi Jonatan, pertandingan final nanti bukan hanya soal trofi. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk meninggalkan jejak yang langgeng di Istora, venue yang identik dengan kejayaan bulu tangkis Indonesia. “Saya hanya fokus untuk memberikan yang terbaik. Kalau soal rekor, itu akan mengikuti,” ujar Jonatan dalam konferensi pers jelang final.
Pelatih tunggal putra Indonesia, Irwansyah, juga menegaskan bahwa tekanan justru bisa menjadi motivasi. “Jojo sudah matang. Dia tahu apa yang dipertaruhkan. Kami hanya memintanya menikmati pertandingan,” kata Irwansyah.
Bermain di hadapan publik sendiri selalu menjadi keuntungan tersendiri bagi Jonatan. Sorak sorai penonton Istora kerap menjadi energi tambahan yang membuat permainannya semakin agresif. Jika mampu mengendalikan emosi dan menjaga fokus, bukan tidak mungkin Jonatan akan menuliskan namanya di buku sejarah Istora bersama Kevin/Marcus.
Final Indonesia Open 2026 akan digelar pada Minggu (25/1/2026) di Istora Senayan, Jakarta.