Gapki Kaltim Minta Kepastian Regulasi Danantara Sebelum Ekspor Sawit Diubah, Harga TBS Petani Berpotensi Melemah

Penulis: Prayoga Santana  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 12:34:01 WIB
Gapki Kaltim meminta kepastian regulasi Danantara guna stabilkan harga TBS sawit petani.

KALTIM — Ketidakpastian regulasi Danantara membuat pelaku industri sawit di Kalimantan Timur mengambil sikap hati-hati dalam menentukan strategi bisnis. Gapki Kaltim menilai situasi ini berpotensi menekan harga TBS sawit yang selama ini menjadi andalan ekonomi ribuan petani di daerah tersebut.

Apa Hubungan Danantara dengan Harga TBS Petani?

Danantara dirancang sebagai badan pengelola investasi yang salah satu sumber dananya berasal dari sektor komoditas, termasuk sawit. Namun, hingga saat ini belum ada regulasi teknis yang mengatur mekanisme kontribusi, tarif, atau dampaknya terhadap ekspor CPO.

Ketua Gapki Kaltim menyebut bahwa tanpa kejelasan ini, pengusaha enggan melakukan ekspansi atau kontrak jangka panjang. Akibatnya, permintaan terhadap TBS dari petani bisa melambat dan harga tertekan di pasar lokal.

Regulasi Danantara Dinilai Kunci Stabilitas Harga

Gapki Kaltim meminta pemerintah pusat segera merampungkan aturan turunan Danantara, terutama yang berkaitan dengan tata niaga ekspor sawit. “Kami butuh kepastian agar pelaku usaha bisa menghitung risiko dan petani tidak menjadi pihak yang dirugikan,” ujar perwakilan Gapki Kaltim dalam pernyataan resminya.

Selama regulasi belum jelas, pengusaha sawit di Kaltim memilih menahan diri. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi perubahan kebijakan ekspor yang bisa mengubah struktur biaya produksi secara signifikan.

Petani Sawit di Kaltim Paling Terdampak

Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi dengan luas perkebunan sawit terbesar di Indonesia. Ratusan ribu kepala keluarga bergantung pada harga TBS yang fluktuatif. Jika kebijakan ekspor berubah tanpa persiapan matang, petani kecil dipastikan menanggung beban paling berat.

Gapki Kaltim mendorong agar pemerintah daerah ikut menyuarakan kepentingan petani dalam pembahasan regulasi Danantara di tingkat nasional. “Jangan sampai kebijakan yang dibuat di pusat justru melemahkan ekonomi rakyat di daerah,” tegasnya.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top