Perdebatan soal material pelindung layar ponsel paling kuat memang tak pernah usai. Di satu sisi, Apple mengklaim Ceramic Shield yang diperkenalkan sejak seri iPhone 12 sebagai "kaca terkeras di smartphone." Di sisi lain, Corning yang sudah puluhan tahun mendominasi pasar dengan jajaran Gorilla Glass terus melakukan inovasi, dari Gorilla Glass Victus hingga Victus 2 yang beredar di perangkat flagship Samsung dan merek lain. Lantas, bagaimana hasil uji ketahanan dan pengalaman nyata pengguna?
Ceramic Shield bukan kaca biasa. Apple menggabungkan kristal keramik nano ke dalam matriks kaca, sebuah proses yang diklaim meningkatkan ketahanan terhadap benturan hingga empat kali lipat dibandingkan kaca ponsel generasi sebelumnya. Dalam uji coba yang banyak beredar di kanal teknologi, ponsel Apple sering kali bertahan dari jatuh di permukaan keras seperti aspal atau beton dengan kerusakan minimal.
Namun, kelemahan mulai terlihat pada uji gores. Karena sifat keramik yang lebih keras, material ini justru lebih rentan terhadap goresan halus dari pasir atau debu kuarsa. Beberapa pengguna di forum teknologi melaporkan micro-scratches yang muncul lebih cepat dibandingkan dengan ponsel lawas mereka yang menggunakan Gorilla Glass.
Corning mengambil pendekatan berbeda dengan Gorilla Glass Victus dan Victus 2. Alih-alih fokus pada satu aspek, Corning berupaya menyeimbangkan ketahanan terhadap goresan dan benturan. Dalam pengujian laboratorium, Victus mampu bertahan dari jatuh setinggi dua meter ke permukaan beton dan tetap tahan terhadap goresan dari benda keras seperti kunci atau koin.
Keunggulan lain Gorilla Glass terletak pada konsistensinya. Material ini sudah teruji di berbagai merek dan model ponsel dengan rentang harga yang luas. Dari ponsel kelas menengah hingga flagship, Corning menawarkan varian yang disesuaikan dengan kebutuhan perangkat, termasuk daya tahan terhadap tekanan lipat pada ponsel layar fleksibel.
Uji coba yang dilakukan oleh berbagai kanal teknologi seperti JerryRigEverything dan MobileReviewsEh menunjukkan bahwa hasilnya sangat bergantung pada jenis insiden. Jika ponsel jatuh dengan sudut yang tepat, Ceramic Shield bisa lebih unggul. Namun, jika ponsel tergores oleh partikel pasir yang lebih keras dari kaca, Gorilla Glass Victus cenderung menunjukkan performa lebih baik.
Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah desain bodi ponsel. Bingkai logam yang menonjol pada beberapa ponsel Android bisa melindungi kaca saat jatuh, sementara desain flat-edge pada iPhone justru membuat tekanan benturan lebih langsung ke permukaan kaca. Ini artinya, ketahanan ponsel tidak hanya ditentukan oleh kaca, tapi juga konstruksi keseluruhan.
Bagi pengguna di Indonesia, faktor lingkungan ikut berperan. Debu dan pasir yang lebih banyak di jalanan perkotaan membuat risiko goresan menjadi lebih tinggi. Dalam konteks ini, kaca yang lebih tahan gores seperti Gorilla Glass Victus mungkin menawarkan perlindungan lebih baik untuk pemakaian jangka panjang. Namun, bagi mereka yang sering menjatuhkan ponsel, Ceramic Shield tetap menjadi pilihan menarik.
Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada kebiasaan penggunaan. Tidak ada kaca yang benar-benar anti pecah atau anti gores. Menggunakan tempered glass tambahan dan casing yang baik tetap menjadi langkah paling bijak untuk melindungi investasi ponsel Anda.