Operasi Patuh Mahakam 2026 di Balikpapan Mulai 8 Juni, 60 Persen Tilang Pakai ETLE dan 9 Pelanggaran Prioritas Jadi Sasaran

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 08 Juni 2026 | 13:09:31 WIB
Petugas Satlantas Polresta Balikpapan memulai Operasi Patuh Mahakam 2026 dengan fokus pada budaya tertib berlalu lintas.

BALIKPAPAN — Operasi Patuh Mahakam 2026 resmi dimulai di Kota Balikpapan. Selama dua pekan ke depan, Satlantas Polresta Balikpapan akan memfokuskan operasi pada pembangunan budaya tertib berlalu lintas, bukan sekadar penindakan.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, menegaskan bahwa operasi tahun ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Penegakan hukum tetap dilakukan, namun kami juga mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

60 Persen Tilang Elektronik, 30 Persen Tilang Manual

Pola penindakan dalam operasi ini terbagi dalam tiga kategori. Sebanyak 60 persen pelanggaran akan ditindak melalui sistem ETLE, 30 persen melalui penindakan langsung di lapangan, dan 10 persen sisanya berupa teguran simpatik bagi pelanggar yang masih bisa dibina.

Pendekatan ini berbeda dari operasi serupa tahun sebelumnya yang masih didominasi razia manual. Polresta Balikpapan menilai integrasi ETLE lebih efektif untuk menjaring pelanggar tanpa mengganggu arus lalu lintas secara berlebihan.

Sembilan Pelanggaran Prioritas yang Disasar

Polisi menyasar sembilan jenis pelanggaran dalam Operasi Patuh Mahakam 2026. Berikut daftar lengkapnya:

  • Melawan arus lalu lintas
  • Tidak menggunakan helm berstandar SNI
  • Tidak memakai sabuk pengaman
  • Menggunakan ponsel saat berkendara
  • Melebihi batas kecepatan
  • Mengemudi di bawah pengaruh alkohol
  • Pengendara di bawah umur
  • Penggunaan pelat nomor tidak sesuai ketentuan
  • Kendaraan tidak laik jalan

Evaluasi dari Operasi Tahun Lalu: Lebih 1.000 Pelanggaran

Operasi Patuh Mahakam 2025 mencatat lebih dari seribu pelanggaran selama dua pekan. Dominasi pelanggaran terbesar saat itu adalah tidak menggunakan helm SNI. Data ini menjadi evaluasi utama bagi Polresta Balikpapan untuk mengubah strategi tahun ini.

“Data tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kami berharap operasi tahun ini dapat memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku berkendara,” jelas Kombes Pol Jerrold.

Imbauan: Patuh Bukan karena Takut Tilang

Polresta Balikpapan mengimbau masyarakat untuk tidak hanya patuh saat ada petugas di lapangan. Keselamatan berkendara harus menjadi kebutuhan utama, bukan sekadar respons terhadap adanya razia.

Dengan pendekatan modern melalui ETLE dan edukasi berkelanjutan, Operasi Patuh Mahakam 2026 diharapkan mampu menekan angka pelanggaran sekaligus menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Balikpapan.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: inibalikpapan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top