Pelatihan SIAPIK di IKN Buka Akses Modal Perbankan bagi UMKM Lokal, 5 Bank Siap Salurkan Pembiayaan

Penulis: Ridho Pratama  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 03:21:31 WIB
Pelatihan SIAPIK di IKN meningkatkan kemampuan UMKM lokal dalam pengelolaan keuangan digital.

NUSANTARA — Sebanyak lima bank yang tergabung dalam Forum Perbankan IKN siap menampung kebutuhan modal pelaku UMKM lokal pasca-pelatihan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bersama Kemenko 4, KIPP IKN, Rabu (10/6/2026) itu mempertemukan pengusaha dengan BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, dan Bank Kaltimtara dalam sesi business matching.

Beralih dari Catatan Manual ke Digital

Salah satu peserta, Reni Sayu, pengusaha keripik pisang asal Penajam Paser Utara, mengaku selama ini mencampur keuangan usaha dengan kebutuhan pribadi. "Melalui pelatihan ini kami belajar mengelola keuangan usaha secara lebih baik menggunakan aplikasi digital," ujarnya.

SIAPIK sendiri merupakan aplikasi pencatatan keuangan yang dikembangkan Bank Indonesia. Pelaku UMKM yang sebelumnya hanya mengandalkan buku catatan kini bisa memisahkan arus kas usaha dan personal secara otomatis.

UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nusantara

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan pembangunan IKN harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal. "Kehadiran Nusantara membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang melalui perluasan pasar, kemitraan, dan akses pembiayaan," kata Alimuddin.

Ia menambahkan pihaknya terus mendorong UMKM agar semakin berdaya saing di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk di kawasan IKN.

Materi Pelatihan: dari Literasi Keuangan hingga Ekonomi Syariah

Selain SIAPIK, peserta mendapatkan materi pengelolaan keuangan usaha, literasi dan inklusi keuangan, ekonomi syariah, sistem pembayaran digital, serta perlindungan konsumen. Program ini merupakan hasil kolaborasi Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, dan OJK Kalimantan Timur-Kalimantan Utara.

Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan, mengatakan tema ENERGI (Edukasi dan siNERGI) tahun ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pencatatan keuangan yang baik menjadi syarat utama UMKM mengakses pembiayaan formal.

Target: Ekosistem Usaha Lokal yang Saling Mendukung

Alimuddin mengajak pelaku usaha membangun kolaborasi dalam rantai ekonomi lokal. "Agar tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung dan semakin kuat," ujarnya.

Melalui AKSI 2026, Otorita IKN bersama Bank Indonesia dan OJK berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu mengelola bisnis secara profesional. Pembangunan IKN tidak hanya menghadirkan pusat pemerintahan baru, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi lokal.

Reporter: Ridho Pratama
Back to top