Wataru Endo Resmi Pensiun dari Timnas Jepang Usai Cedera Tak Kunjung Pulih Jelang Piala Dunia 2026

Penulis: Prayoga Santana  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 06:52:31 WIB
Wataru Endo resmi pensiun dari Timnas Jepang akibat cedera yang tak kunjung pulih.

KALIMANTAN TIMUR — Kehilangan besar menghantam Jepang jelang turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Wataru Endo, motor permainan dan kapten tim, harus mengakhiri perjalanan internasionalnya lebih awal. Cedera yang dialami pemain berusia 33 tahun itu sejak awal tahun tidak menunjukkan perkembangan signifikan, memaksanya mengambil keputusan sulit.

Usaha Pemulihan yang Berakhir di Nashville

Endo sempat bergabung kembali dengan kamp pemusatan latihan timnas di Nashville untuk menjalani proses rehabilitasi. Ia bahkan sempat turun dalam laga uji coba melawan Islandia selama 45 menit. Namun, laga tersebut justru menjadi penampilan terakhirnya bersama Samurai Biru.

Kondisi fisik yang tidak kunjung membaik membuat Endo dan staf pelatih sadar bahwa ia tidak akan bisa tampil optimal di Piala Dunia 2026. Situasi ini akhirnya mengarah pada keputusan pensiun yang mengejutkan publik sepak bola Jepang.

Frustrasi dan Kebanggaan di Balik Keputusan Pensiun

Dalam pernyataan resminya di media sosial, Endo mengakui rasa frustrasi karena harus melewatkan Piala Dunia. Namun, ia lebih memilih untuk bangga terhadap perjalanan tim sejak Piala Dunia Qatar.

"Tentu saja, ada rasa frustrasi karena tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia ini, tetapi lebih dari itu, saya bangga dengan bagaimana kami telah tumbuh bersama sejak Piala Dunia Qatar - saya sebagai kapten, memimpin tim ini dan mengubah tujuan kami untuk 'memenangkan Piala Dunia' menjadi sesuatu yang dapat kami katakan sebagai hal yang biasa," tulis Endo, dikutip dari Fotmob.

Ia juga menegaskan tidak memiliki penyesalan atas apa yang telah ia lakukan. "Sejak cedera saya, saya telah melakukan semua yang saya bisa hingga saat ini, jadi saya tidak menyesal sama sekali," tambahnya.

Dampak bagi Samurai Biru Tanpa Sang Kapten

Kehilangan Endo menjadi pukulan telak bagi lini tengah Jepang. Selama ini, ia adalah jangkar permainan yang menjadi motor serangan sekaligus pemecah serangan lawan. Kepemimpinannya di lapangan juga dinilai sangat krusial dalam membangun mentalitas juara tim.

Jepang kini harus mencari pengganti yang mampu mengisi kekosongan besar di posisi gelandang bertahan. Dengan Piala Dunia 2026 yang sudah di depan mata, pelatih harus segera merombak strategi dan mencari figur kapten baru di atas lapangan.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top