150.000 Guru di Seluruh Indonesia Bisa Daftar Beasiswa D4/S1 Rp 3 Juta Per Semester Tahun Ini, 12.500 Lainnya Siap Diwisuda Prabowo

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 08:52:31 WIB
guru di Indonesia dapat mendaftar beasiswa D4/S1 senilai Rp 3 juta per semester tahun 2026.

JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan program beasiswa peningkatan kualifikasi akademik guru terus berjalan. Tahun ini, pemerintah membuka pendaftaran untuk 150.000 guru melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

"Sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini," kata Mu'ti kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Wisuda Massal 12.500 Guru: Target Akhir Tahun 2026

Mu'ti menjelaskan, sebanyak 12.500 guru penerima beasiswa angkatan pertama telah memasuki semester kedua perkuliahan. Mereka menempuh pendidikan dengan skema RPL yang mempersingkat masa studi.

"Insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini," ujarnya.

Pemerintah telah mengajukan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mewisuda langsung para guru tersebut. "Kami mohon tadi kepada Bapak Presiden untuk dapat mewisuda 12.500 guru yang mendapatkan beasiswa S1 dengan sistem RPL," lanjut Mu'ti.

Nominal Beasiswa Sama, Tunjangan Guru Honorer Naik

Besaran beasiswa untuk 150.000 guru baru masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni Rp 3 juta per semester. Skema RPL memungkinkan guru yang sudah memiliki pengalaman mengajar dan pelatihan untuk dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS), sehingga masa kuliah lebih singkat.

Selain beasiswa pendidikan, pemerintah juga merealisasikan kenaikan tunjangan profesi. Untuk guru non-ASN (honorer), tunjangannya naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan. Sementara guru ASN mendapatkan tunjangan sebesar gaji pokok.

Transfer Langsung ke Rekening, Birokrasi Dipotong

Terobosan lain dalam kebijakan ini adalah mekanisme pencairan. Seluruh tunjangan dan gaji guru akan ditransfer langsung ke rekening pribadi setiap bulan, tanpa melalui pemotongan birokrasi di tingkat dinas atau sekolah.

"Yang berbeda juga sebagai terobosan adalah tunjangan dan gaji itu ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis," tegas Mu'ti.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh guru di Indonesia, termasuk di daerah-daerah terpencil di Kalimantan Timur, seperti Kutai Kartanegara, Berau, dan Mahakam Ulu. Pemerintah daerah diharapkan segera menyosialisasikan program beasiswa dan mekanisme transfer tunjangan kepada para guru di wilayahnya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top