KALIMANTAN TIMUR — Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan emas yang sudah berlangsung sejak awal pekan. Harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas batangan ke Antam juga ikut naik Rp 6.000 menjadi Rp 2.462.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali atau spread saat ini berada di angka Rp 249.000 per gram.
Berikut rincian harga emas Antam untuk beberapa pecahan yang paling banyak dicari investor ritel:
Kenaikan harga emas Antam hari ini sejalan dengan pergerakan emas dunia yang masih perkasa. Harga emas spot di pasar global bertahan di level US$ 2.340 per troy ounce pada sesi Asia siang ini. Sentimen utama yang mendorong adalah ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Fed, akan mulai memangkas suku bunga acuan pada pertemuan September mendatang.
Data inflasi AS yang dirilis Rabu (12/6) malam menunjukkan perlambatan, memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang turun ke kisaran 4,25% membuat emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi lebih menarik.
Bagi investor ritel, kenaikan harga hari ini berarti nilai investasi emas yang dibeli di awal tahun sudah mencetak keuntungan sekitar 12-14% secara tahun berjalan. Namun, bagi pelaku usaha perhiasan dan toko emas, kenaikan harga jual acuan ini berpotensi menekan permintaan konsumen kelas menengah ke bawah.
“Kenaikan harga emas yang konsisten biasanya diikuti penurunan volume permintaan di segmen perhiasan. Tapi untuk investasi, minat justru meningkat karena orang melihat potensi capital gain,” ujar analis komoditas dari Refinitiv, Wang Tao, dalam catatan risetnya.
Pelaku pasar kini menunggu data indeks harga produsen AS yang akan dirilis malam nanti. Jika data menunjukkan tekanan inflasi yang mereda, harga emas berpotensi menembus level US$ 2.400 per troy ounce dalam waktu dekat. Sebaliknya, data yang lebih tinggi dari perkiraan bisa memicu aksi ambil untung jangka pendek.
Investasi mengandung risiko. Keputusan membeli atau menjual emas sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.