Balai Taman Nasional Kutai di Kutim Lindungi Enam Flora Penting, dari Pasak Bumi hingga Anggrek Hitam

Penulis: Ridho Pratama  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:39:01 WIB
Balai Taman Nasional Kutai fokus melindungi enam flora prioritas dari ancaman penebangan liar dan alih fungsi lahan.

SANGATTA — Enam spesies tumbuhan yang menjadi prioritas konservasi di Taman Nasional Kutai meliputi pasak bumi, pohon ulin, pohon bendang, ekosistem mangrove, kelompok pohon meranti, dan anggrek hitam. Kepala Balai TNK Syaiful Bahri menegaskan bahwa perlindungan habitat alami dan pengendalian penebangan liar menjadi fokus utama pengelolaan kawasan tersebut.

"Perlindungan habitat alami, pengendalian penebangan liar, serta program rehabilitasi hutan menjadi prioritas utama kami agar keberadaan tanaman khas ini tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan," ujar Syaiful di Kutai Timur, Sabtu.

Pasak Bumi dan Kayu Besi: Dua Flora yang Paling Tertekan

Perhatian khusus diberikan kepada pohon ulin atau kayu besi. Eksploitasi besar-besaran di masa lalu untuk kebutuhan konstruksi berat telah menurunkan populasinya secara drastis. Tanaman ini merupakan flora identitas Kalimantan yang kayunya terkenal akan kekuatan dan ketahanannya.

Sementara itu, perburuan akar pasak bumi yang tidak terkendali mendorong pengelola kawasan untuk menggalakkan upaya budidaya. Pasak bumi atau Eurycoma longifolia dikenal luas sebagai tanaman herbal berkhasiat, dan permintaannya yang tinggi di pasar membuatnya rentan terhadap pengambilan liar.

Ancaman Alih Fungsi Lahan terhadap Pohon Meranti

Langkah serupa diterapkan untuk memproteksi kelompok pohon meranti (Shorea spp). Kayu meranti yang sangat diminati pasar membuat spesies ini terancam oleh alih fungsi lahan. Padahal, tajuk pohon meranti yang mendominasi hutan dataran rendah berfungsi krusial sebagai tempat berlindung satwa endemik, termasuk orangutan.

Anggrek Hitam dan Pohon Bendang: Rentan terhadap Perubahan Iklim Mikro

Patroli pengawasan rutin dikerahkan untuk memantau kelestarian anggrek hitam (Coelogyne pandurata). Tanaman epifit ikonik dengan bibir bunga berwarna gelap ini hidup menempel pada pohon besar dan sangat rentan mati jika terjadi perubahan kelembapan mikroklimat hutan.

Di area dengan curah hujan tinggi, petugas memastikan keamanan pohon bendang (Borassodendron borneense). Palma endemik Borneo berdaun kipas besar ini memegang peranan penting dalam rantai makanan alami. Buahnya menjadi pakan bagi berbagai satwa liar di dalam kawasan.

Mangrove: Tameng Abrasi di Pesisir Selat Makassar

Pada garis terluar pesisir yang berhadapan dengan Selat Makassar, pihak balai berupaya melindungi vegetasi mangrove dari ancaman pencemaran. Hutan mangrove di kawasan ini berfungsi vital sebagai tameng abrasi pantai sekaligus area pemijahan bagi ragam biota laut.

Taman Nasional Kutai saat ini mencatatkan kekayaan hayati yang luar biasa. Kawasan ini menjadi wadah bagi 1.302 jenis flora dari 118 famili, yang mencakup delapan genus Dipterocarp serta 15 spesies endemik. Upaya konservasi yang konsisten diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem hutan hujan tropis di Kalimantan Timur.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top