Rivian R2 First Drive, BYD Flash Charging 5 Menit, dan Donut Lab Baterai Palsu: Sorotan Pekan Ini

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 05:17:31 WIB
Rivian R2 tampil sebagai SUV listrik terjangkau dengan performa off-road khas Amerika.

KALIMANTAN TIMUR — Pekan ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemain kendaraan listrik global, mulai dari performa langsung di jalan hingga gebrakan infrastruktur pengisian daya. Podcast Electrek edisi terbaru mengupas tuntas beberapa berita paling hangat, termasuk hasil test drive Rivian R2 yang dinanti dan langkah agresif BYD dalam teknologi flash charging.

Rivian R2: Calon Penantang Tesla Model Y yang Solid

Pengalaman pertama mengendarai Rivian R2 memberikan kesan kuat. Dalam podcast tersebut, tim Electrek menyebut SUV listrik ini sebagai "segala yang saya butuhkan untuk upgrade dari Model Y" — meski ada satu catatan kecil yang belum diungkap secara gamblang.

R2 hadir sebagai model yang lebih terjangkau dari jajaran Rivian, namun tetap membawa DNA off-road khas pabrikan Amerika itu. Performa akselerasi dan handling disebut-sebut menjadi daya tarik utama yang membuat pemilik Tesla Model Y mulai melirik. Sayangnya, detail spesifikasi teknis dan harga resmi masih dirahasiakan hingga peluncuran penuh.

BYD Gila-gilaan: Flash Charging 5 Menit dan Ekspansi ke Kanada

BYD tidak main-main dalam urusan pengisian daya. Pabrikan asal China itu dilaporkan menyebarkan 2,4 kali lebih banyak daya pengisian per bulan dibandingkan Tesla. Angka ini menunjukkan keseriusan BYD dalam membangun infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Yang lebih menarik, teknologi "flash charging" BYD yang mampu mengisi penuh baterai hanya dalam 5 menit akan segera hadir di Kanada. Langkah ini menjadi sinyal bahwa persaingan pengisian daya ultra-cepat tidak lagi hanya soal China versus Amerika, tetapi sudah merambah ke pasar global. Jika teknologi ini berhasil diadaptasi, waktu charging setara dengan mengisi bensin di pompa tradisional.

Baterai Ajaib Donut Lab: Ternyata Hanya Baterai Biasa

Kabar buruk datang dari startup Donut Lab. Investigasi yang dipublikasikan baru-baru ini mengungkap bahwa baterai "solid-state" yang mereka klaim sebagai terobosan hanyalah baterai lithium-ion konvensional. Temuan ini memicu kekecewaan luas di komunitas kendaraan listrik.

Donut Lab sebelumnya digadang-gadang sebagai pemecah masalah utama baterai: jarak tempuh dan keamanan. Namun, hasil investigasi menunjukkan klaim tersebut tidak berdasar. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi industri untuk lebih transparan dalam memasarkan teknologi baru, terutama menyangkut keselamatan dan performa.

Berita Lain: BMW iX3, Waymo, dan Dampak Polusi China

BMW juga tidak ketinggalan. Prototipe iX3 terbaru dikabarkan masih mampu menempuh 500 mil (sekitar 804 km) dalam sekali pengisian daya, menegaskan efisiensi tinggi dari platform generasi barunya.

Di sisi lain, Waymo meluncurkan layanan berlangganan "Premier" seharga $30 per bulan yang menawarkan prioritas penjemputan dan cashback. Sementara itu, sebuah studi mengungkap bahwa peralihan ke kendaraan listrik di China telah berhasil mencegah 262.000 kematian akibat polusi udara — angka yang menunjukkan dampak nyata elektrifikasi terhadap kesehatan publik.

Podcast Electrek tayang langsung setiap Jumat pukul 16.00 ET di kanal YouTube mereka. Rekaman arsip tersedia di berbagai platform podcast favorit.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top