BALIKPAPAN — Kepastian pelaksanaan Musprov ABTI Kaltim ditetapkan dalam Rakerprov yang berlangsung di Ruang Rapat PT Inkorincorp Filcocean Investama. Delapan pengurus cabang (Pengcab) hadir dalam rapat tersebut, sementara Kutai Barat dan Mahakam Ulu absen.
Suryadi Gunawan memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Pengprov ABTI Kaltim periode 2026-2030. Keputusan ini menandai berakhirnya kepemimpinannya setelah tiga periode membesarkan bola tangan di Kaltim.
“Raker itu untuk menyiapkan musyawarah dan sudah diputuskan terlaksana tanggal 28 Juni di Balikpapan. Jadi terhitung mulai sekarang ada sekitar dua minggu untuk persiapan,” ujar Suryadi.
Selama masa kepemimpinannya, ABTI Kaltim mencatat sejumlah prestasi membanggakan. Atlet-atlet bola tangan Kaltim mampu bersaing di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga South East Asia Handball Federation (SEAHF).
Menurut Suryadi, capaian tersebut membuktikan bahwa kualitas pembinaan bola tangan di Kaltim mampu bersaing dengan daerah-daerah di Pulau Jawa yang selama ini dikenal sebagai pusat perkembangan olahraga tersebut.
“Ini membuktikan kekuatan Kaltim masih sejajar dengan Pulau Jawa. Di sana olahraga ini memang sangat menonjol, tetapi karena pembinaan di Kaltim berjalan baik, hasilnya juga cukup membanggakan,” katanya.
Meski tidak lagi maju sebagai calon ketua, Suryadi melihat sejumlah figur potensial yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan ABTI Kaltim. Ia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada para peserta Musprov dan seluruh Pengcab.
“Saya serahkan sepenuhnya kepada peserta dan seluruh Pengcab untuk memilih ketua yang terbaik. Harapannya, ketua yang terpilih nanti mampu memberikan dukungan penuh kepada cabang olahraga ini, khususnya dalam penyediaan fasilitas latihan,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan fasilitas latihan yang memadai menjadi kebutuhan paling mendesak bagi perkembangan bola tangan di Kaltim. Lapangan latihan yang sesuai standar akan sangat membantu proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Yang paling utama adalah tempat latihan khusus yang menjadi milik cabang olahraga sendiri. Kalau fasilitas ini tersedia, pembinaan atlet akan jauh lebih optimal,” tegasnya.
Sekretaris ABTI Balikpapan, Dwi Chandra Hariwibowo, menyebut sejumlah masukan dari Pengcab mengemuka dalam Rakerprov. Selain pembangunan lapangan latihan khusus bola tangan, Pengcab berharap kepengurusan baru dapat memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pengcab mengusulkan agar ke depan ada pelatihan pelatih dan wasit bersertifikasi hingga tingkat nasional di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim. Selain itu, diperlukan sistem kompetisi yang teratur dan berkelanjutan,” kata Dwi Chandra.