Daya Beli Warga Samarinda Lesu, DPRD Minta Pemkot Urung Renovasi Pasar Tradisional Sebelum Ada Kajian

Penulis: Taufik Rahman  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 14:32:31 WIB
DPRD Samarinda meminta pemkot menunda renovasi pasar tradisional hingga kajian mendalam terkait daya beli masyarakat selesai dilakukan.

SAMARINDA — Rencana Pemerintah Kota Samarinda untuk merenovasi sejumlah pasar tradisional mendapat tekanan dari DPRD setempat. Komisi II meminta agar proyek tersebut ditunda sampai ada kajian mendalam yang benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, mengungkapkan bahwa lesunya aktivitas ekonomi saat ini sudah melanda hampir semua pasar tradisional di ibu kota Kalimantan Timur tersebut.

Bukan Soal Fisik, Tapi Sepi Pembeli

Menurut Sani, pemerintah jangan langsung berpikir untuk membangun atau merenovasi bangunan. Yang lebih mendesak adalah mencari tahu mengapa pembeli enggan datang.

“Kita harus sadari daya beli masyarakat menurun di semua pasar. Maka perlu adanya kajian masalahnya apa, sehingga pembeli kurang. Apakah masalah tempat atau akses? Banyak hal yang jadi faktor,” kata Sani, Rabu (15/7/2026).

Ia menekankan, riset itu harus memetakan berbagai faktor, mulai dari aksesibilitas menuju pasar hingga tingkat kenyamanan bagi pengunjung. Tanpa data yang jelas, anggaran renovasi dikhawatirkan hanya menjadi proyek tanpa dampak.

Kolaborasi dengan Swasta dan Stabilitas Harga

Selain soal fisik pasar, Sani juga menyoroti persoalan harga. Ia mendorong pemerintah untuk menggandeng pihak swasta demi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah, kata dia, harus dikurangi agar harga komoditas tetap terkendali dan terjangkau.

“Kemudian setiap pasar jangan bersaing agar sama-sama ramai pengunjung dan pembeli di setiap pasar,” ujar Sani.

Fiskal Daerah Belum Kuat, Jangan ‘Dikit-dikit Bangun’

Sani juga mengingatkan kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya pulih. Ia meminta pemkot untuk tidak memaksakan proyek renovasi di tengah tekanan fiskal.

“Renovasi pasar tidak masalah. Tapi renovasi pasar perlu kajian dari masyarakat. Kalau masyarakat tidak ingin, tidak usah. Apalagi di tengah fiskal kita yang tidak kuat saat ini, jangan dikit-dikit bangun. Kita fokus membayar utang, dan pembangunan itu harus bermanfaat untuk masyarakat,” tegas Sani Bin Husain.

DPRD pun mendesak agar pemkot segera melakukan pendekatan partisipatif, dengan melibatkan pedagang dan pengunjung pasar sebagai subjek utama dalam setiap perencanaan.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: niaga.asia This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top