BERAU — Sebanyak 1.040 mahasiswa di tiga perguruan tinggi di Kabupaten Berau menerima bantuan pendidikan dari program Gerakan Layanan Gratis untuk Semua Lapisan Masyarakat (Gratispol) dengan total nilai Rp4,49 miliar. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud yang akrab disapa Harum hadir langsung meninjau penyaluran di Universitas Muhammadiyah Berau, Jumat.
Bantuan ini terbagi di tiga kampus. Politeknik Sinar Mas Berau Coal menerima Rp925 juta untuk 185 mahasiswa. STIT Tanjung Redeb mendapat Rp537,55 juta bagi 108 mahasiswa. Sementara Universitas Muhammadiyah Berau menjadi penerima terbesar, yakni Rp3,035 miliar untuk 747 mahasiswa.
Sejak diluncurkan pada 21 April 2025 di Samarinda, program Gratispol Pendidikan terus mengalami perluasan. Jika tahun pertama hanya menyasar mahasiswa baru, memasuki tahun anggaran 2026 ini cakupan diperluas ke semester 1 hingga semester 8.
Perluasan itu dibarengi lonjakan anggaran yang signifikan. Pada 2025, pagu awal Rp200 miliar dengan salah satu pencairan mencapai Rp44,15 miliar pada November untuk 32.853 mahasiswa PTN. Tahun 2026, anggaran melonjak menjadi Rp1,377 triliun dengan target 158.981 penerima di seluruh Kaltim.
Hingga Mei 2026, realisasi sudah mencapai Rp288,5 miliar yang disalurkan bertahap ke tujuh PTN dan 45 PTS. Dana itu langsung masuk ke rekening kampus untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 63.603 mahasiswa.
Tidak hanya pendidikan tinggi, program Gratispol juga menyentuh tenaga pendidik dasar dan menengah di Berau. Pemprov Kaltim mengalokasikan insentif Rp500.000 per bulan selama enam bulan bagi 1.690 guru. Rinciannya, 921 guru TK/KB/RA/TPA, 360 guru SD/MI, dan 409 guru SMP/MTs.
"Perhatian kepada para guru merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi kemajuan Kaltim," kata Gubernur Rudy Mas'ud.
Selain itu, 360 penjaga rumah ibadah lintas agama di Berau juga menerima insentif. Terdiri dari 209 penjaga rumah ibadah Islam, 124 Kristen, 23 Katolik, 2 Hindu, dan 2 Buddha.
"Bagi kami, seluruh bantuan ini mencerminkan semangat Gratispol dengan menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan," ujarnya.
Di hadapan para mahasiswa, Gubernur Rudy Mas'ud berharap stimulan ini direspons dengan belajar lebih giat dan mengukir prestasi. Ia menekankan peran generasi muda sebagai pilar utama pembangunan masa depan Kaltim.
"Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta membangun karakter yang kuat. Saat ini Kaltim membutuhkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan peduli terhadap daerahnya," kata Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut.
Pemprov Kaltim menegaskan program investasi sumber daya manusia lewat Gratispol Pendidikan akan terus dipertahankan sebagai prioritas daerah. Kebijakan ini diharapkan menjadi jaminan agar tidak ada lagi anak-anak di Kalimantan Timur yang putus kuliah karena kendala biaya.