Basuki Hadimuljono Terima 28 Delegasi ICAPPS 2026 di IKN, Bahas Pendanaan hingga Desain Kota Hijau Nusantara

Penulis: Okta Nugraha  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:09:31 WIB
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut 28 delegasi ICAPPS 2026 di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Jumat (21/8).

NUSANTARA — Sebanyak 28 delegasi dari sejumlah negara Asia Pasifik meninjau langsung progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangkaian agenda Panel Expert Discussion ICAPPS 2026. Mereka disambut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Kantor Balai Kota Otorita IKN pada Jumat siang, sebelum diskusi panel digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama Kemenko 3 pada malam harinya.

Basuki menyebut kunjungan ini bukan sekadar ajang melihat proyek fisik, melainkan ruang untuk memahami visi besar yang melandasi pembangunan IKN. Ia berharap diskusi ini memberi pengetahuan lebih dalam mengenai prinsip dan aspirasi di balik pembangunan kota baru tersebut.

"Kami berharap kunjungan ini tidak hanya memberi kesempatan untuk melihat kemajuan pembangunan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan lebih dalam tentang visi, prinsip, dan aspirasi di balik pembangunan ini. Sekali lagi, saya sampaikan selamat datang di Nusantara," ujar Basuki di Nusantara, Jumat (21/8).

Pendanaan Jadi Sorotan Utama Para Perencana Kota

Dalam forum diskusi, para delegasi membandingkan pengalaman pembangunan kota dari Tokyo Metropolitan Area, Kota Sejong, hingga Taiwan. Salah satu pemapar, Kwan Ok Lee, menyoroti tantangan terbesar yang kerap dihadapi dalam mewujudkan rencana kota hijau: eksekusi di lapangan.

"Rencana dan konsep ada di atas kertas, tapi bagaimana melakukannya adalah cerita yang berbeda. Karena kita benar-benar membutuhkan pendanaan dan komponen praktis untuk melakukan rencana. Saya pikir yang paling penting adalah kepemimpinan dan bagaimana mengembangkan visi ambisius ini," ungkap Kwan Ok Lee.

Desain Nusantara Dinilai Terobosan untuk Contoh Kota Lain

Penggagas desain kawasan Nusantara, Sibarani Sofian, menegaskan bahwa perancangan IKN berbeda dari proyek kota baru pada umumnya. Ia mengajak para delegasi untuk tidak hanya membaca konsep di atas kertas, tetapi melihat langsung implementasinya di lapangan.

"Kita harus percaya diri bahwa produk yang sudah kita buat dan kita rancang ini sebetulnya adalah suatu terobosan. Dan sesuatu hal yang baik dan bagus untuk menjadi contoh untuk kota-kota yang lain, karena kita berusaha melakukan kota yang sangat hijau, sangat sustainable, smart, dan juga transformatif. Jadi, untuk teman-teman yang mendengar atau terlibat atau pengen tahu, cari tahu lebih banyak, kalau perlu datang ke sini. Karena seeing is believing," tutur Sibarani.

Kunjungan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa pembangunan IKN mengedepankan prinsip keberlanjutan, tidak hanya sebagai wacana, tetapi juga dalam penerapan teknis di lapangan. Bagi para delegasi, diskusi ini membuka peluang kolaborasi riset dan perencanaan kota di kawasan Asia Pasifik ke depan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: ayokaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top