PENAJAM — KONI PPU berharap Pemkab segera merealisasikan anggaran melalui APBD Perubahan sebelum Porprov dimulai. Jika tidak, sejumlah item kebutuhan atlet seperti konsumsi dan kelengkapan bertanding terancam dipangkas.
“Kejelasan anggaran belum ada, cuma ada bayang-bayang dan besaran anggaran yang diakomodir pun kita belum tahu. Sementara Porprov Kaltim ini tinggal dua bulan lebih akan bergulir,” kata Arpan, Selasa (25/8/2026).
Arpan menjelaskan, anggaran operasional untuk Porprov belum masuk dalam APBD Murni 2026. Konsekuensinya, seluruh kebutuhan pembiayaan harus menunggu pengesahan APBD Perubahan. Kondisi ini membuat persiapan tim berjalan di tempat, terutama untuk pengadaan perlengkapan atlet.
“Mudah-mudahan APBD Perubahan disahkan sebelum Porprov dimulai. Karena, mendekati pelaksanaan Porprov, kita belum belanja baju atlet, sepatu dan kebutuhan kelengkapan untuk pertandingan lainnya,” bebernya.
KONI PPU sejatinya telah mengajukan proposal anggaran sebesar Rp 12 miliar kepada Pemkab melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU. Namun, Disdikpora meminta KONI melakukan perhitungan ulang secara lebih detail dan rinci.
Setelah dilakukan audit internal, kebutuhan riil yang dihitung KONI justru turun menjadi Rp 8 miliar. Angka inilah yang kini diharapkan bisa diakomodir penuh oleh pemerintah daerah.
Arpan mengingatkan, jika Pemkab hanya mengucurkan dana di bawah Rp 8 miliar, KONI terpaksa melakukan efisiensi di berbagai lini. Salah satu pos yang paling mungkin dipangkas adalah biaya konsumsi atlet.
“Kalau anggarannya kurang dari Rp 8 miliar, bagaimana caranya kita pilah-pilah lagi item belanja yang akan dikurangi. Salah satunya konsumsi atlet yang sebelumnya Rp 35 ribu dikurangi menjadi Rp 25 ribu, per porsi,” pungkasnya.
Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser akan mempertandingkan puluhan cabang olahraga. Bagi kontingen PPU, ajang ini menjadi tolok ukur pembinaan atlet muda di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).