Pencarian

DPTPH Kaltim Sebar 300 Pompa Air Portabel Atasi 2.000 Hektare Sawah Kering di PPU, Paser, dan Kutim

Senin, 24 Agustus 2026 • 21:40:02 WIB
DPTPH Kaltim Sebar 300 Pompa Air Portabel Atasi 2.000 Hektare Sawah Kering di PPU, Paser, dan Kutim
DPTPH Kaltim menyalurkan 300 unit pompa air portabel untuk mengairi 2.000 hektare sawah tadah hujan di PPU, Paser, dan Kutim.

Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur menyalurkan 300 unit pompa air portabel untuk menyelamatkan 2.000 hektare sawah tadah hujan yang terancam kekeringan. Ribuan hektare lahan pertanian itu tersebar di Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, dan Kutai Timur pada musim kemarau ini.

SAMARINDA — DPTPH Kalimantan Timur memastikan armada pompa air yang disebar bersifat dinamis, artinya bisa dipindahkan secara bergantian ke titik-titik yang paling membutuhkan. Langkah ini ditempuh untuk menekan angka gagal panen yang sempat melanda sejumlah wilayah. "Kami telah menyebar lebih dari 300 unit pompa air yang bersifat dinamis ke berbagai lokasi yang mengalami kekeringan," kata Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Senin.

Puso 25 Hektare di Juli, Agustus Nihil

Upaya pemindahan armada secara bergilir ini dinilai krusial. Pada Juli 2026, sempat tercatat lahan pertanian puso seluas 25 hektare akibat kekeringan. Namun memasuki Agustus, laporan dari lapangan menyebutkan sudah tidak ada lagi kasus gagal panen serupa. Untuk meringankan beban petani, Pemprov Kaltim memberikan bantuan bahan bakar minyak (BBM). Bantuan itu dialokasikan langsung oleh UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berdasarkan usulan kelompok tani. "Kami memberikan surat rekomendasi ke SPBU agar petani mudah mendapatkan fasilitas subsidi BBM dari Kementerian Pertanian," ujarnya.

Kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai

Mitigasi kekeringan disebut semakin maksimal berkat kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) setempat. Pihak BWS mengerahkan truk tangki untuk mengisi bendungan dan saluran irigasi yang menyusut agar pasokan air tetap stabil. Selain itu, petani terus diimbau untuk disiplin menggunakan varietas tanaman padi yang kuat terhadap kemarau. Pemprov Kaltim juga telah bersurat ke pemerintah kabupaten dan kota untuk menyatukan sinergi Dinas Pertanian, Pekerjaan Umum, serta Bappeda dalam penanganan kekeringan.

Usulan Pompa Bawah Tanah dan Modifikasi Cuaca

Kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat usulan kebutuhan pompa air bawah tanah melalui aplikasi Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (Sipuri). Periode pengusulan diperpanjang hingga September 2026. "Kami turut mengusulkan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi waduk demi mendukung implementasi sistem pertanian cerdas," papar Fahmi. Sistem Pertanian Modern atau Advanced Agriculture System (PM-AAS) memang bergantung pada ketersediaan pasokan air curah yang besar secara berkesinambungan. Di tengah upaya penyelamatan sawah, para petani juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks