BALIKPAPAN — Deretan produk wastra asal Kalimantan Timur terbukti mampu bersaing di panggung nasional. Tiga UMKM binaan KPwBI Balikpapan, yakni Batik Sekar Buen, Batik Poyung, dan Batik Zahro, mencatatkan total penjualan lebih dari Rp80 juta hanya dalam empat hari penyelenggaraan KKI 2026.
Keikutsertaan mereka dalam pameran yang digelar di Hall A dan B JICC itu menjadi modal berharga untuk memperluas jaringan dan akses pasar, baik di tingkat domestik maupun menuju pasar ekspor.
Stan KPwBI Balikpapan menjadi salah satu tujuan para pejabat tinggi negara selama pameran berlangsung. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim, Syarifah Suraidah Rudy Mas'ud, yang akrab disapa Bunda Harum, turut hadir memberikan dukungan langsung.
Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Komisaris Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Agus D.W. Martowardojo, juga terlihat mampir untuk mengapresiasi karya para perajin lokal.
Perhatian dari para tokoh nasional ini dinilai menjadi indikator bahwa produk dengan identitas budaya lokal memiliki daya saing tinggi. Hal ini sejalan dengan tema KKI 2026, "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing".
Ketiga UMKM yang tampil membawa cerita berbeda tentang kekayaan alam dan budaya Benua Etam. Batik Zahro, misalnya, berinovasi dengan memanfaatkan pewarna alami dari limbah kayu Bangkirai untuk koleksi wastra dan fesyennya.
Sementara itu, Batik Sekar Buen dari Penajam Paser Utara (PPU) mengangkat motif khas Borneo seperti enggang, rusa sambar, dan anggrek hitam. Adapun Batik Poyung dari Kota Balikpapan menghadirkan busana siap pakai hingga tas kerajinan dengan batik tulis bertema ampiek yang dikerjakan secara handmade.
Kualitas yang ditampilkan tidak lepas dari proses pendampingan intensif oleh KPwBI Balikpapan. Sepanjang 2025, mereka difasilitasi studi tiru ke Solo, Jawa Tengah, untuk memperdalam inovasi desain, pemanfaatan pewarna alam, hingga penghitungan harga pokok produksi (HPP).
KKI 2026 sendiri merupakan penyelenggaraan ke-11 yang digelar Bank Indonesia. Ajang ini melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan 1.300 UMKM melalui pameran daring, meningkat signifikan dibandingkan edisi sebelumnya.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa penguatan UMKM ke depan diarahkan pada tiga kata kunci.
"Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," ujar Destry saat membuka acara.
Kegiatan yang berlangsung di Hall A dan B JICC tersebut turut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, hingga Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Dalam penyelenggaraannya, Bank Indonesia bersinergi dengan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.
Bagi KPwBI Balikpapan, torehan omzet Rp80 juta di KKI 2026 bukan sekadar angka. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa UMKM binaan mereka tengah mengalami proses "naik kelas" dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.