KALIMANTAN TIMUR — Setelah sukses mengemban tugas pada Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat kini kembali ke bangku sekolah. BRI memastikan mereka tidak berjuang sendiri.
Melalui program BRI Peduli, perusahaan menyerahkan dana pendidikan kepada 76 Paskibraka yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Selain itu, 72 tenaga pendukung yang bertugas mendampingi para anggota selama masa latihan dan persiapan juga menerima apresiasi serupa. Pemberian penghargaan ini mengusung tema "Semangat Bangsa dari Paskibraka".
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan apresiasi ini merupakan wujud dukungan nyata perusahaan terhadap dedikasi dan disiplin para Paskibraka. Menurutnya, setelah tugas kenegaraan selesai, para anggota harus kembali fokus pada kewajiban utama mereka sebagai pelajar.
"Apresiasi ini kami harap dapat memberikan motivasi di kemudian hari, karena kami tahu bahwa setelah penugasan ini anggota Paskibraka harus kembali mengemban tugas utama yaitu untuk belajar dengan baik," ujar Dhanny.
Program ini bukan yang pertama kali digelar. BRI tercatat konsisten menyalurkan dana apresiasi kepada Paskibraka dan tenaga pendukung tingkat pusat selama 17 tahun berturut-turut. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Celine Olivia Apriani Theo, Paskibraka asal Pontianak, Kalimantan Barat. Remaja ini dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai pembawa baki Bendera Pusaka Merah Putih dalam upacara peringatan kemerdekaan di Istana Merdeka.
Tugas tersebut menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Celine. Ia tidak hanya membawa nama daerah asalnya, tetapi juga menjalankan amanah besar sebagai bagian dari Paskibraka Tingkat Pusat.
"Apresiasi dari BRI juga sangat berarti bagi kami. Bantuan ini membuat kami lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan semakin semangat untuk terus belajar serta mengejar cita-cita," kata Celine.
Permonojati Yudo Prawiro, perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), turut mengapresiasi langkah BRI. Menurutnya, perhatian yang konsisten selama hampir dua dekade ini tidak hanya berdampak bagi para Paskibraka, tetapi juga bagi para pendamping yang bekerja di balik layar.
"Selama 17 tahun, apresiasi seperti ini menjadi bentuk perhatian yang konsisten dari BRI kepada Paskibraka. Dukungan ini tentu sangat berarti, tidak hanya bagi adik-adik Paskibraka, tetapi juga bagi kami yang mendampingi mereka selama proses latihan dan persiapan," kata Yudo.
BRI berharap dana pendidikan yang disalurkan dapat meringankan beban para penerima dalam melanjutkan studi. Langkah ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi bangsa dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.