BALIKPAPAN — Fenomena kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu operasional penerbangan di Kalimantan Timur. Dua jadwal keberangkatan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan terpaksa diundur pada Jumat (28/8) lalu, bukan karena jarak pandang yang menurun, melainkan lantaran pesawat yang akan bertugas terlambat tiba dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar, menegaskan bahwa kondisi jarak pandang di area bandara saat itu masih dalam ambang normal sehingga operasional penerbangan tetap berjalan. Penundaan murni akibat efek domino dari keterlambatan pesawat yang membawa rute sebelumnya.
"Penyebab delay karena menunggu kedatangan pesawat dari Banjarmasin menuju Balikpapan. Ketika penerbangan dari Banjarmasin terlambat, maka jadwal keberangkatan berikutnya dari Balikpapan otomatis ikut terdampak," ujar Iwan, Jumat (28/8/2026).
Maskapai yang menjadi korban keterlambatan kali ini adalah Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1395 dan Citilink QG 1494. Penundaan terjadi pada jam sibuk pagi hingga siang hari.
Pesawat Wings Air yang sedianya lepas landas pukul 07.55 WITA baru bisa mengudara pada pukul 09.34 WITA. Sementara itu, penerbangan Citilink yang dijadwalkan berangkat pukul 10.35 WITA mengalami kemunduran hingga pukul 11.35 WITA.
Pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap mulai terlihat jelas sejak pagi hari di wilayah Balikpapan Kota hingga Balikpapan Timur. Kondisi ini membuat matahari tampak kemerahan dan langit diselimuti lapisan tipis asap.
Aroma asap dilaporkan mulai tercium cukup kuat dalam dua hari terakhir. Meski demikian, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Balikpapan masih berjalan normal, dan kabut asap biasanya mulai berkurang saat memasuki siang hari.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengenai langkah penanganan lanjutan, namun warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kualitas udara terus memburuk.