Desa Nggela dan Ritual Jokaju: Wajah Budaya Ende di Balik Popularitas Danau Kelimutu

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Kamis, 03 September 2026 | 14:26:31 WIB
Carmen Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026, memperkenalkan budaya Ende melalui program advokasi bertajuk Cerita dalam talkshow di RRI Ende.

KALIMANTAN TIMUR — Carmen Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026, memanfaatkan platformnya untuk memperkenalkan sisi lain Ende di luar Danau Kelimutu. Lewat program bernama Cerita, fokus advokasinya diarahkan pada people and culture—memperkenalkan masyarakat, tradisi, dan upacara adat Ende ke tingkat nasional. Dalam talkshow Obrolan Spada Pro Dua RRI Ende bertajuk "Pesona Budaya: Dari Ende Untuk Dunia", ia menegaskan komitmennya untuk aksi nyata, bukan sekadar euforia kemenangan.

Desa Nggela dan Ritual Jokaju: Tradisi yang Masih Hidup

Desa Nggela menjadi sorotan utama dalam upaya promosi ini. Desa adat ini mempertahankan tradisi leluhur hingga sekarang, termasuk ritual Jokaju yang menjadi bagian dari siklus kehidupan masyarakat setempat. Bagi wisatawan, menyaksikan ritual ini adalah kesempatan langka untuk melihat langsung bagaimana komunitas adat di Ende menjaga warisan mereka di tengah arus modernisasi.

“Saya tidak ingin berhenti pada euforia kemenangan, tetapi ingin melakukan aksi nyata untuk budaya dan pariwisata,” ujar Carmen. baginya, pelestarian budaya hanya bisa berjalan jika masyarakat turut terlibat aktif, sehingga nilai tradisi tetap hidup dan dikenali generasi berikutnya.

Tenun Ikat Ende: Dari Kain Tradisional ke Produk Modern

Carmen melihat peran anak muda sebagai kunci keberlanjutan budaya ini. "Anak muda harus melihat budaya sebagai sesuatu yang keren dan dapat dikembangkan sesuai kreativitas zaman," katanya. Pendekatan ini sudah mulai terlihat di Ende melalui komunitas Titik Nadi dan Asarasa yang mengolah tenun ikat menjadi produk-produk modern seperti tote bag.

Inisiatif ini membuka peluang baru bagi wisatawan untuk membawa pulang oleh-oleh khas Ende dalam bentuk yang lebih aplikatif. Tenun ikat tidak lagi hanya dipandang sebagai kain upacara, tetapi juga sebagai produk kreatif yang relevan dengan gaya hidup masa kini—sekaligus menjadi sumber penghidupan baru bagi pengrajin lokal.

Menjaga Ende dari Risiko Overtourism

Di tengah upaya promosi besar-besaran, Carmen juga mengingatkan pentingnya pengelolaan kunjungan wisatawan yang berkelanjutan. Ia mendorong pemanfaatan pendataan digital untuk memantau arus wisatawan dan mencegah overtourism yang bisa merusak keaslian destinasi. Pengelolaan berbasis data ini dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan antara promosi pariwisata dan pelestarian lingkungan budaya.

Dengan strategi ini, kelestarian destinasi seperti Desa Nggela diharapkan tetap terjaga, sementara daya tarik utama lain seperti Danau Kelimutu dan kuliner khas Alunde tetap bisa dinikmati generasi mendatang. Informasi terkini seputar jadwal ritual adat, akses menuju Desa Nggela, dan regulasi kunjungan dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Ende.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top