Pencarian

5.004 Anggota MPA Disiagakan di 10 Kabupaten Kota Kaltim, Garda Terdepan Lawan Karhutla dan Api di Tahura Bukit Soeharto

Kamis, 03 September 2026 • 07:16:31 WIB
5.004 Anggota MPA Disiagakan di 10 Kabupaten Kota Kaltim, Garda Terdepan Lawan Karhutla dan Api di Tahura Bukit Soeharto
Ribuan anggota Masyarakat Peduli Api disiagakan di 10 kabupaten/kota Kalimantan Timur untuk mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

SAMARINDA — Dinas Kehutanan Kaltim memastikan ribuan warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) siap bergerak di titik-titik rawan kebakaran. Mereka menjadi ujung tombak deteksi dini sekaligus pemadam pertama saat api mulai muncul, mengingat luas kawasan hutan di provinsi ini mencapai lebih dari 8 juta hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, menyebut para anggota MPA itu berada paling dekat dengan kawasan rawan. "Dengan luas kawasan hutan yang sangat besar, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari laman Pemprov.

Respons Cepat saat Titik Api Muncul di Tahura Bukit Soeharto

Ancaman itu bukan sekadar skenario. Selasa malam (1/9/2026), titik api dilaporkan muncul di kawasan Tahura Bukit Soeharto, tepatnya di Kilometer 50, Kutai Kartanegara.

Dinas Kehutanan Kaltim bersama UPTD Tahura Bukit Soeharto dan tim Otorita IKN langsung bergerak mengendalikan api. Kejadian ini menjadi alarm bahwa potensi kebakaran tetap tinggi seiring kondisi cuaca yang tak menentu.

Pos Kilometer 45 Disiagakan untuk Percepat Mobilisasi Petugas

Untuk memangkas waktu tempuh petugas, Dinas Kehutanan menempatkan personel serta sarana-prasarana di sejumlah titik strategis. Salah satunya Pos Kilometer 45 Tahura Bukit Soeharto yang berfungsi sebagai pusat gerak cepat begitu laporan titik api masuk.

Keterbatasan Personel jadi Alasan Warga Harus Terlibat

Rusmadi menegaskan penanganan karhutla tak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Keterbatasan jumlah personel memaksa semua pihak berkolaborasi, mulai dari aparat keamanan, BPBD, hingga masyarakat sekitar hutan.

"Sinergi lintas sektor menjadi kekuatan utama kita. Dengan keterbatasan personel, tidak mungkin penanganan karhutla dilakukan sendiri," katanya.

Masyarakat yang sehari-hari tinggal di sekitar kawasan hutan dinilai punya akses dan pengetahuan lebih soal kondisi wilayahnya. Karena itu, kesadaran untuk tidak memicu kebakaran, misalnya membuka lahan dengan membakar, terus diperkuat.

Mengapa Perlindungan Hutan Kaltim Butuh Partisipasi Masyarakat?

Dengan dukungan ribuan anggota MPA, kesiapsiagaan petugas, dan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap potensi karhutla bisa ditekan sebelum meluas. Menjaga hutan, kata Rusmadi, bukan semata tugas petugas kehutanan—melainkan tanggung jawab bersama sejak tahap pencegahan hingga pemadaman.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inibalikpapan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks