KALIMANTAN TIMUR — Keputusan ini diambil menyusul maraknya praktik broker yang memblokir kamar hotel lalu menjualnya kembali dengan harga melonjak drastis saat event balap motor bergengsi berlangsung. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, menegaskan pemerintah akan turun langsung mengawasi dan menindak para pelaku percaloan.
"Dia (broker), blok kamar hotel dulu kemudian dijual. Itu yang terjadi selama ini. Ini akan kita dalami, pemerintah harus hadir. Segera mungkin harus ada di lapangan mengecek supaya tidak ada praktik broker," kata Faozal di Mataram, Rabu (9/9/2026).Pergub Nomor 9 Tahun 2022 sebelumnya mengatur kenaikan tarif akomodasi berdasarkan zonasi. Hotel di kawasan Mandalika (zona satu) boleh menaikkan harga maksimal tiga kali lipat, Kota Mataram (zona dua) dua kali lipat, dan Lombok Barat (zona tiga) satu kali lipat. Regulasi inilah yang kerap dijadikan celah oleh oknum untuk menaikkan tarif secara tidak wajar.
Dalam aturan yang baru, tidak ada lagi batas tarif atas dan bawah. Pemprov NTB justru akan menerapkan sanksi bagi hotel atau asosiasi yang terbukti menaikkan harga di atas kewajaran. "Pak gubernur meminta supaya tidak main diambang batas atas dan bawah. Karena itu kadang-kadang menjadi alasan menaikkan tarif akomodasi," ujar Faozal.
Rapat koordinasi dengan seluruh asosiasi perhotelan telah dijadwalkan pada 12 September mendatang untuk membahas teknis penyesuaian tarif ini.
Praktik mewajibkan penonton menginap minimal lima hari selama MotoGP juga akan dihilangkan. Kebijakan ini merupakan respons atas keluhan yang berulang setiap tahunnya dari para pengunjung yang hanya ingin menyaksikan balapan selama satu atau dua hari.
Eks Kepala Disbudpar NTB itu menegaskan, pemda akan bertindak tegas terhadap pelaku usaha yang mencoba memanfaatkan momentum MotoGP untuk meraup keuntungan berlebihan.
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Penyelenggara menargetkan 145 ribu penonton hadir selama tiga hari. Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Reza Warokka, menyebut penjualan tiket telah mencapai 50 persen atau sekitar Rp6 miliar—meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan penjualan didorong pembelian tiket dalam jumlah besar dari sejumlah perusahaan serta kerja sama dengan bank BUMN, maskapai penerbangan, dan agen perjalanan.
Pada 2025, event ini mencatat multiplier effect ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun, menggerakkan lebih dari 600 UMKM, dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal. Tahun ini, penyelenggara menyiapkan 130 unit shuttle bus di kawasan Mandalika serta dukungan transportasi jalur Selaparang–Bandara Internasional Lombok–Mandalika untuk memastikan mobilitas penonton berjalan lancar.