KALIMANTAN TIMUR — JAKARTA — Persiapan tim bulutangkis Indonesia menuju Asian Games 2026 dimulai lebih awal. Sebanyak 20 pemain yang disiapkan PBSI akan menjalani training camp (TC) di Tokyo sebelum melanjutkan perjalanan ke Nagoya, kota penyelenggara ajang olahraga terbesar Asia tersebut.
Keputusan ini diambil untuk memberi ruang adaptasi bagi para atlet sebelum pertandingan dimulai. Cuaca, lapangan, makanan, hingga suasana tempat tinggal menjadi faktor yang ingin diantisipasi sejak dini.
Kepala Pelatih Tunggal Putri Indonesia, Imam Tohari, menilai waktu singkat di Tokyo tetap memberikan manfaat besar. Menurutnya, menyesuaikan diri dengan kondisi Jepang jauh lebih baik dilakukan sebelum atlet masuk arena pertandingan.
"Untuk adaptasi cuaca. TC yang dilakukan memang hanya beberapa hari, bukan satu atau dua minggu. Tapi bagi saya sebagai pelatih, ini sangat bagus sekali," ujar Imam di Pelatnas PBSI, Cipayung, Kamis (10/9/2026).
Ia menyoroti risiko yang muncul jika atlet tiba terlalu mepet dengan jadwal pertandingan. Perjalanan panjang dari Indonesia ditambah waktu istirahat yang minim bisa mengganggu performa di lapangan.
"Daripada kita berangkat ke sana, hanya punya waktu tiga hari, lalu sudah harus fight di pertandingan. Itu agak riskan," katanya.
Soal suhu udara, Imam tidak menganggapnya sebagai kendala serius. Perkiraannya, kondisi di Jepang saat ini masih berada di kisaran yang mirip dengan Jakarta.
"Saya rasa di sana juga enggak beda jauh. Mungkin antara 20 sampai 30 derajat. Panas pun mungkin enggak sampai 35 derajat. Di sini juga memang lagi panas, jadi kebetulan hampir sama dengan Jepang," tuturnya.
Yang tetap perlu diantisipasi adalah penyesuaian non-cuaca: pola makan, suasana tempat tinggal, dan karakter lapangan pertandingan. Hal-hal ini biasanya baru terasa saat atlet sudah berada di lokasi.
PBSI menyiapkan 20 pemain yang akan berlaga di nomor beregu maupun perorangan. Komposisi ini mencakup sektor tunggal dan ganda, baik putra maupun putri.
Asian Games 2026 digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Dengan keberangkatan lebih awal, tim berharap masa transisi berjalan lancar dan para atlet tiba di Nagoya dalam kondisi siap bertanding.