KALIMANTAN TIMUR — OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind dilaporkan mulai berunding soal keselamatan AI setelah pembicaraan berjalan beberapa pekan tanpa kesepakatan tertulis. Kabar ini disampaikan Kepala Kebijakan Global OpenAI Chris Lehane dalam pengarahan di Washington, Amerika Serikat, Rabu (16/9/2026). Ketiganya belum menetapkan standar pengujian, mekanisme audit, maupun daftar model yang terikat hasil perundingan.
Pembicaraan antara tiga laboratorium AI terbesar dunia itu masih sebatas koordinasi awal. Belum ada perlambatan pengembangan model, penundaan pelatihan, atau komitmen pengujian pihak ketiga yang disepakati.
Lehane menyebut kerja sama dengan kompetitor diperlukan karena kemampuan AI bergerak lebih cepat dari kemampuan industri mengawalnya. Ia menilai ketiga perusahaan tidak membutuhkan pengecualian khusus dari aturan antimonopoli untuk berkoordinasi soal keselamatan.
CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap pengujian pihak ketiga. CEO Anthropic Dario Amodei melangkah lebih jauh dengan meminta perusahaan AI memperlambat peningkatan kemampuan model tertentu.
Amodei juga meminta pemerintah Amerika Serikat memberi pengecualian terbatas dari aturan antimonopoli. Tujuannya agar perusahaan AI bisa mendiskusikan risiko keselamatan dan kemungkinan memperlambat pengembangan tanpa dituduh bersekongkol mengurangi persaingan.
Ia memperingatkan kemampuan agen AI dapat berkembang lebih cepat daripada sistem pengamannya. Karena itu, Amodei meminta industri diberi lebih banyak waktu untuk pengujian, evaluasi independen, dan mitigasi risiko sebelum kemampuan model ditingkatkan lagi.
Pandangan Lehane berbeda dari usulan Amodei. Menurut Lehane, koordinasi keselamatan AI bisa berjalan tanpa pengecualian khusus dari aturan persaingan usaha.
Ketua Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) Andrew Ferguson justru meminta publik mencurigai perusahaan AI yang secara bersamaan menginginkan regulasi dan pengecualian antimonopoli. Menurut Ferguson, kebijakan semacam itu berpotensi menciptakan hambatan bagi perusahaan baru dan melindungi dominasi pemain besar.
Ferguson menegaskan pandangan tersebut merupakan pendapat pribadinya. Kebijakan AI pemerintah federal akan ditentukan Presiden Donald Trump.
Belum diketahui aspek keselamatan apa saja yang dibahas ketiga perusahaan. OpenAI, Alphabet selaku induk Google, dan Anthropic juga belum menerbitkan kesepakatan, standar pengujian, mekanisme audit, ataupun daftar model yang akan terikat hasil perundingan.
Ketiganya belum memberikan konfirmasi terpisah kepada Reuters. Reuters juga belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Sejauh ini pembicaraan tersebut belum bisa disebut sebagai kesepakatan untuk mengerem pengembangan AI. Tidak ada bukti ketiganya bersedia menunda pelatihan atau peluncuran model baru.
Meski begitu, laporan ini menunjukkan dukungan lisan para bos AI mulai bergerak menuju pembicaraan langsung. Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup di Indonesia, arah koordinasi ini layak dipantau karena berpotensi memengaruhi standar kepatuhan, biaya audit model, dan akses ke model frontier di pasar Asia Tenggara.