Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperketat pengawasan dalam proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh peserta yang terpilih benar-benar memiliki kualifikasi murni tanpa intervensi pihak luar.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, menegaskan integritas menjadi harga mati dalam penyaringan tahun ini. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka agenda seleksi di Aula BPSDM Kaltim, Senin (4/5/2026).
“Tidak boleh ada nepotisme. Kalau ada, silakan laporkan. Jangan ada proyek titipan, mau dia anak pejabat atau latar belakang apa pun,” ujar Sembiring di hadapan para peserta dan tim penguji.
Instruksi Tegas untuk Tim Selektor dan Panitia
Sembiring meminta tim selektor bekerja profesional dan tidak berkompromi terhadap tekanan dari pihak mana pun. Menurutnya, kualitas fisik dan mental peserta harus menjadi satu-satunya tolok ukur kelulusan agar menghasilkan putra-putri terbaik daerah.
“Kepada tim selektor, jangan berkompromi jika ada intervensi. Kita jaga proses ini tetap bersih,” tegasnya mengutip keterangan resmi Pemprov Kaltim.
Peringatan ini diberikan mengingat tingginya minat pemuda Kaltim untuk bergabung dalam Paskibraka. Proses yang bersih diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan integritas tinggi.
Tahapan Tes dan Kuota Paskibraka Kaltim 2026
Persaingan menuju formasi inti tahun ini tergolong sangat ketat. Dari total lebih dari 2.500 pendaftar di tingkat kabupaten dan kota, hanya 60 peserta terbaik yang berhasil menembus seleksi tingkat provinsi. Saat ini, jumlah tersebut menyusut menjadi 58 orang setelah dua peserta dinyatakan gugur pada tahap awal.
Para peserta yang tersisa wajib melewati serangkaian ujian berat untuk membuktikan kelayakan mereka. Tahapan tersebut meliputi:
- Pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
- Tes fisik dan kesamaptaan.
- Ujian wawasan kebangsaan.
- Tes kepribadian dan integritas.
Panitia hanya akan menetapkan 40 orang sebagai Paskibraka tingkat provinsi Kalimantan Timur. Sementara itu, dua peserta dengan nilai tertinggi akan dikirim ke Jakarta untuk mewakili provinsi di tingkat nasional.
Peningkatan standar penilaian ini merupakan respons atas semakin kompetitifnya kualitas pendaftar dari tahun ke tahun. Pemerintah berharap Paskibraka yang terpilih nantinya mampu menjalankan tugas kenegaraan dengan sempurna sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda di Kalimantan Timur.