SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman memastikan pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan Muhammadiyah dalam memperkuat layanan kesehatan di wilayahnya. Salah satu topik utama dalam pertemuan dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur adalah rencana pengembangan Rumah Sakit As Syifa Sangatta, unit usaha milik organisasi tersebut.
Rumah Sakit Assyifa Jadi Prioritas Kolaborasi Kesehatan
Bupati Ardiansyah menilai pertumbuhan investasi dan perkembangan ekonomi di Kutai Timur berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan. Menurutnya, Muhammadiyah mampu melihat peluang itu untuk mengembangkan sektor usahanya melalui RS Assyifa.
“Terkait Rumah Sakit Assyifa, kami akan terus mendorong agar menjadi lebih baik lagi. Pemerintah daerah siap berkolaborasi dan mendukung penguatan pelayanan kesehatan di Kutai Timur,” ujar Bupati Ardiansyah.
Penurunan Ekonomi Tak Pengaruhi Stabilitas Pelayanan
Meskipun mengakui adanya kecenderungan penurunan pertumbuhan ekonomi daerah, Bupati Ardiansyah memastikan kondisi tersebut tidak berdampak terhadap stabilitas pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan aktivitas pemerintahan harus tetap berjalan, ekonomi kerakyatan harus bergerak, dan organisasi kemasyarakatan harus terus hadir di tengah masyarakat.
“Dengan perkembangan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kutai Timur, kebutuhan rumah sakit juga semakin tinggi. Karena itu keberadaan rumah sakit sangat penting untuk menunjang pelayanan masyarakat,” katanya.
Muhammadiyah Siap Sinergikan Program di Tiga Bidang
Ketua PW Muhammadiyah Kalimantan Timur, Kiai Siswanto, menyampaikan harapan agar sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah terus diperkuat. Pihaknya memiliki berbagai program yang bisa dikolaborasikan, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun kesehatan.
“Kami mohon dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah. Muhammadiyah, baik di tingkat daerah maupun wilayah, memiliki berbagai kegiatan yang bisa disinergikan bersama pemerintah,” katanya.
Apresiasi untuk Organisasi Masyarakat yang Jaga Kondusivitas
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Bupati Ardiansyah juga memberikan apresiasi kepada seluruh organisasi masyarakat dan keagamaan di Kutai Timur yang dinilai memiliki peranan penting dalam setiap proses pembangunan daerah. Ia berharap organisasi masyarakat mampu menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan agar situasi tetap kondusif.
“Alhamdulillah sampai saat ini Kutai Timur masih dalam kondisi yang baik dan on the track,” ujarnya.
Kabupaten Kutai Timur yang beribukota di Sangatta memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan data semester II tahun 2025, jumlah penduduk kabupaten ini mencapai 464.294 jiwa yang tersebar di 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan, dan 2 kelurahan.