BALIKPAPAN — Kebutuhan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan masih cukup tinggi. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo, menyatakan bahwa pengajuan 1.000 formasi ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan di berbagai OPD yang masih kekurangan tenaga.
“Kita masih mengusulkan penambahan formasi PNS. Mudah-mudahan mendapatkan persetujuan. Kita mengajukan kurang lebih 1.000 formasi untuk tahun ini,” ujar Purnomo, baru-baru ini.
Mengapa Pemkot Balikpapan Butuh Ribuan ASN Baru?
Menurut Purnomo, kekurangan pegawai terjadi di hampir semua sektor pelayanan publik. Penambahan ASN dinilai krusial untuk menjaga efektivitas roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Tanpa tambahan personel, beban kerja pegawai eksisting dikhawatirkan terus menumpuk.
Meski begitu, pemerintah pusat hingga kini belum mengumumkan jadwal resmi pelaksanaan seleksi CPNS 2026. Jika mengacu pada pola rekrutmen tahun sebelumnya, pendaftaran dan seleksi administrasi diperkirakan baru dimulai pada Agustus hingga September 2026. Adapun ujian seleksi kompetensi diprediksi berlangsung pada September sampai Oktober 2026.
Nasib 1.000 Formasi Tergantung Kondisi Keuangan Daerah
Purnomo menjelaskan, persetujuan usulan formasi CPNS tidak hanya dinilai dari kebutuhan pegawai daerah. Pemerintah pusat juga akan mengukur kemampuan keuangan daerah dalam membiayai gaji dan tunjangan pegawai baru. Evaluasi dilakukan terhadap besaran belanja pegawai dalam APBD.
“Memang kekurangan pegawai. Tetapi pusat juga melihat kemampuan keuangan daerah untuk penggajiannya,” jelasnya.
Jika proporsi belanja pegawai dinilai terlalu tinggi, jumlah formasi yang diajukan berpotensi dikurangi. Sebaliknya, jika rasio belanja pegawai masih di bawah batas maksimal, peluang usulan formasi CPNS Balikpapan untuk disetujui akan semakin besar. Penilaian ini menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah pusat sebelum menetapkan kuota CPNS bagi setiap daerah di Indonesia.