Pencarian

Bupati PPU Minta Petani dan Nelayan Bawa Pulang Ilmu dari PENAS KTNA XVII di Gorontalo, Bukan Sekadar Hadir

Rabu, 17 Juni 2026 • 14:32:02 WIB
Bupati PPU Minta Petani dan Nelayan Bawa Pulang Ilmu dari PENAS KTNA XVII di Gorontalo, Bukan Sekadar Hadir
Bupati PPU melepas kontingen petani dan nelayan menuju PENAS KTNA XVII di Gorontalo.

PENAJAM PASER UTARA — Sebanyak puluhan petani dan nelayan dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi diberangkatkan menuju Gorontalo untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII yang akan berlangsung pada 20-25 Juli 2026. Bupati PPU Mudyat Noor melepas langsung kontingen tersebut di Sekretariat KTNA Kabupaten PPU, Senin (15/6/2026). Ia berpesan agar para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk belajar dari daerah lain.

Bukan Sekadar Acara Seremonial, Ini Target Utama Kontingen PPU

Mudyat menegaskan bahwa keikutsertaan dalam PENAS KTNA bukanlah sekadar seremoni atau ajang jalan-jalan. Ia meminta seluruh peserta aktif mengikuti seminar, diskusi, pameran, hingga perlombaan yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

“Ajang ini merupakan kesempatan emas untuk menambah ilmu dan pengalaman di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Jangan sampai ada kesempatan yang terlewat. Tunjukkan bahwa petani dan nelayan PPU mampu berinovasi dan memiliki daya saing,” ujar Mudyat dalam sambutannya.

Mengapa Sektor Pangan Jadi Prioritas di PPU?

Menurut Mudyat, sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat PPU. Ia melihat peluang besar dari perhatian pemerintah pusat terhadap ketahanan pangan nasional yang terus meningkat. Karena itu, segala inovasi yang didapat dari PENAS harus segera diadaptasi di daerah.

“Ke depan tantangan sekaligus peluang bagi kita adalah bagaimana mengoptimalkan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Selain meningkatkan nilai ekonomi, hal ini juga dapat memberdayakan berbagai potensi daerah yang kita miliki, khususnya dengan luasnya area pertanian di PPU,” jelasnya.

Bupati menargetkan mulai 2027, optimalisasi potensi sektor pangan di PPU bisa berjalan selaras dengan program pemerintah pusat. Ia menyebut luasnya lahan pertanian yang tersedia menjadi modal utama yang harus dimaksimalkan.

Apa yang Akan Dipelajari Petani dan Nelayan PPU di Gorontalo?

Ketua Rombongan Kontingen KTNA PPU Wahab mengatakan bahwa PENAS KTNA XVII menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari berbagai inovasi dan teknologi yang telah diterapkan petani maupun nelayan di daerah lain. Ia berharap ilmu tersebut bisa langsung diterapkan sepulang dari Gorontalo.

“Selain mengikuti berbagai inovasi pertanian, kami juga dapat belajar dari pengalaman petani di luar Kalimantan sehingga ilmu tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan di Kabupaten PPU,” kata Wahab.

Melalui keikutsertaan ini, kontingen PPU diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan baru yang konkret untuk meningkatkan produktivitas. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Benuo Taka.

Bagikan
Sumber: editorialkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks