SAMARINDA — PT Elnusa Tbk (ELSA) mengumumkan keterlibatannya dalam pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur. Proyek ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur energi di tengah percepatan hilirisasi dan pertumbuhan pusat ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Spesifikasi Terminal: 12 Tangki dan Fasilitas Modern
Terminal Terpadu Palaran tidak hanya akan dilengkapi 12 tangki penyimpanan BBM berkapasitas total 37.500 kiloliter. Fasilitas ini juga mencakup pembangunan jetty berkapasitas 7.500 DWT, sistem perpipaan terintegrasi, serta fasilitas truck loading.
Untuk memastikan keandalan operasional, proyek ini menerapkan sejumlah teknologi digital modern. Mulai dari Terminal Automation System (TAS), Automation Tank Gauging, hingga In-line Blending Biosolar dan sistem metering digital.
Peran Elnusa: Dari Hulu ke Hilir Infrastruktur Energi
Dalam konsorsium, Elnusa bertindak sebagai pimpinan yang mengelola seluruh tahapan proyek. Mulai dari tahap engineering, process safety, pengadaan material strategis, konstruksi multidisiplin, hingga commissioning dan sertifikasi fasilitas.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan proyek ini menjadi bukti transformasi perusahaan sebagai penyedia solusi energi terintegrasi. "Proyek ini merupakan bukti nyata kemampuan Elnusa dalam mengintegrasikan kompetensi engineering, konstruksi, teknologi digital, dan HSSE untuk menghadirkan infrastruktur energi yang andal dan berkelanjutan," ujar Andri dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).
Dampak bagi Distribusi Energi di Kaltim dan IKN
Keberadaan terminal ini diyakini akan memperkuat fleksibilitas rantai pasok energi regional. Terminal akan terhubung dengan jaringan distribusi yang lebih luas melalui integrasi fasilitas pipeline Balikpapan–Samarinda, jetty, dan truck loading.
Menurut Andri, terminal ini tidak hanya memperkuat distribusi energi di Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi enabler penting bagi pengembangan industri, hilirisasi, dan pertumbuhan ekonomi kawasan. "Termasuk mendukung ekosistem IKN," tegasnya.
Komitmen Keberlanjutan dan Pemberdayaan Lokal
Elnusa juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pelaksanaan proyek. Aspek HSSE diperkuat, pengelolaan lingkungan dilakukan, dan kendaraan listrik operasional akan digunakan. Selain itu, perusahaan berkomitmen memberdayakan tenaga kerja dan penyedia jasa lokal.
"Ketahanan energi membutuhkan infrastruktur yang modern, terintegrasi, dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri," ujar Andri. Ia menambahkan, proyek ini menjadi fondasi distribusi energi yang lebih kuat untuk mendukung kemandirian energi nasional.