PASER — Persiapan atlet baseball dan softball Kabupaten Paser menghadapi Porprov Kaltim 2026 masih terkendala masalah klasik: peralatan latihan yang minim. Ketua Pengkab Perbasasi Paser, Aji Mohd Tommy, mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir para atlet hanya berlatih dengan perlengkapan seadanya.
“Secara umum karena kita juga baru dua tahun yang lalu, peralatan juga bisa dibilang seadanya. Makanya untuk latihan antara softball dan baseball waktunya terpisah karena minimnya alat,” kata Tommy kepada wartawan, belum lama ini.
Glove Jadi Barang Pribadi, Tak Bisa Dipakai Bersama
Menurut Tommy, sejumlah perlengkapan seperti glove dan alat pendukung lainnya bersifat personal dan harus digunakan secara khusus oleh masing-masing atlet. Peralatan itu tidak bisa dipakai bergantian secara bebas, apalagi untuk posisi yang berbeda.
Ia menjelaskan, atlet yang menempati posisi pitcher, catcher, infielder, maupun outfielder membutuhkan perlengkapan yang sudah sesuai dengan kebiasaan tangan dan ukuran mereka selama latihan. “Sebab glove itu sudah menjadi pegangan masing-masing atlet dan tidak boleh berbeda,” ujarnya.
Bantuan Disporapar Belum Cair, Janji Dispora Kaltim Masih Mengambang
Perbasasi Paser sebenarnya sudah mengajukan permohonan pengadaan alat ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser. Namun, Tommy mengakui hingga saat ini pengadaan tersebut belum juga keluar.
Selain menunggu realisasi dari Disporapar, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Tommy menyebut ada informasi bahwa bantuan peralatan dari provinsi sebenarnya sudah tersedia dan tinggal diambil. Namun, belum ada kepastian soal mekanisme distribusinya.
“Informasi yang kami terima tinggal diambil, tetapi peralatan itu nantinya digunakan untuk pertandingan,” katanya.
Dana Mandiri Jadi Penambal, Target Prestasi Dipertaruhkan
Di tengah ketidakpastian bantuan, pengurus Perbasasi Paser tetap berupaya memenuhi kebutuhan latihan dengan membeli sebagian perlengkapan menggunakan dana mandiri. Para pelatih juga terus menjalankan program persiapan umum agar kemampuan atlet semakin terasah.
Dengan waktu yang semakin mendekati Porprov Kaltim 2026, Perbasasi Paser berharap kebutuhan peralatan latihan bisa segera terpenuhi. Jika tidak, target prestasi yang sudah direncanakan terancam tidak maksimal hanya karena persoalan perlengkapan dasar.