Pencarian

Harga TBS Sawit Mitra di PPU Tembus Rp 3.400 Per Kilogram, Kemitraan Jadi Kunci Pemulihan

Senin, 22 Juni 2026 • 17:45:32 WIB
Harga TBS Sawit Mitra di PPU Tembus Rp 3.400 Per Kilogram, Kemitraan Jadi Kunci Pemulihan
Harga TBS sawit mitra di PPU mencapai Rp 3.400 per kilogram, menunjukkan pemulihan pasar.

PENAJAM — Angka itu menjadi kabar baik yang dinanti sejak harga TBS jatuh beberapa waktu lalu. Di tingkat petani mitra, harga Rp 3.400 per kilogram dinilai sudah mendekati biaya produksi dan memberikan margin tipis yang sebelumnya hilang sama sekali.

Kepala Dinas Perkebunan PPU, melalui keterangan yang diterima, menyebut pemulihan ini tidak lepas dari penguatan pola kemitraan antara petani dan perusahaan. "Kemitraan menjadi kunci utama. Ketika harga jatuh, petani mitra tetap punya kepastian pasar dan harga yang lebih stabil dibanding petani swadaya," ujarnya.

Mengapa Harga TBS Petani Mitra Lebih Stabil?

Petani swadaya di luar skema kemitraan kerap menjadi pihak paling rentan saat harga anjlok. Mereka menjual ke tengkulak dengan harga yang sangat rendah karena tidak memiliki ikatan kontrak dengan pabrik kelapa sawit (PKS).

Sebaliknya, petani mitra memiliki perjanjian jual-beli yang mengikat. Perusahaan mitra wajib membeli TBS dengan harga mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah provinsi, meskipun harga pasar dunia sedang terpuruk. Inilah yang membuat harga di PPU kini bisa bertahan di level Rp 3.400.

Berapa Harga TBS Saat Anjlok?

Sebelum merangkak naik, harga TBS di PPU sempat menyentuh titik terendah di kisaran Rp 1.800 hingga Rp 2.000 per kilogram. Kondisi itu berlangsung selama beberapa pekan dan membuat petani menunda panen karena ongkos panen lebih besar dari pendapatan.

Kenaikan saat ini terjadi seiring membaiknya harga minyak sawit mentah (CPO) global dan berkurangnya pasokan TBS dari daerah lain yang terdampak cuaca. Faktor musiman ini turut mendorong pabrik untuk menaikkan harga beli di tingkat petani.

Apa Dampak Kenaikan Ini bagi Petani di PPU?

Dampak paling langsung terasa pada arus kas harian petani. Dengan harga Rp 3.400, petani mitra yang memiliki lahan dua hektare bisa memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp 1,7 juta per bulan dari satu kali panen. Angka ini memang belum ideal, tetapi sudah cukup untuk menutup biaya pupuk dan transportasi.

Namun, petani tetap diingatkan untuk tidak serta-merta menambah utang atau ekspansi lahan. Fluktuasi harga CPO masih menjadi ancaman, dan pemulihan saat ini belum tentu bertahan lama. Dinas Perkebunan PPU terus mendorong petani untuk menerapkan sistem panen terjadwal agar kualitas TBS tetap prima.

Apakah harga TBS di PPU akan terus naik?

Sampai berita ini diturunkan, tren harga masih menunjukkan grafik positif. Pemerintah daerah bersama perusahaan mitra terus memantau pergerakan harga CPO internasional. Jika harga CPO bertahan di level tinggi, bukan tidak mungkin harga TBS di PPU bisa menembus Rp 3.600 hingga Rp 3.800 dalam beberapa pekan mendatang.

Bagi petani swadaya yang belum tergabung dalam kemitraan, momentum ini menjadi pengingat bahwa kepastian pasar lebih berharga daripada harga tinggi yang tidak menentu. Dinas Perkebunan membuka pendaftaran bagi kelompok tani yang ingin menjalin kemitraan resmi dengan perusahaan kelapa sawit di wilayah PPU.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks