PENAJAM PASER UTARA — Dian, pembalap dari Tim Ujung Kampung Baru, keluar sebagai yang tercepat pada lomba balap speedboat yang digarap Satpolairud Polres PPU. Lomba ini menjadi salah satu agenda penyambutan Hari Bhayangkara ke-78 yang digelar di perairan PPU.
Siapa Saja yang Berpartisipasi?
Lomba balap speedboat ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kampung dan kecamatan di Kabupaten PPU. Ajang ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat pesisir, tetapi juga ajang silaturahmi antara aparat kepolisian dan warga.
Para peserta menunjukkan kemampuan manuver dan kecepatan di atas perairan. Dian dan Tim Ujung Kampung Baru berhasil unggul setelah melewati beberapa putaran balapan.
Apa Hadiah yang Diraih?
Juara pertama berhak membawa pulang piala bergilir serta sejumlah uang pembinaan. Meski tidak disebutkan nominal pastinya, hadiah tersebut disambut antusias oleh Dian dan timnya.
“Ini kebanggaan tersendiri bagi kami. Lomba ini juga jadi ajang mempererat hubungan antara warga kampung dan Polairud,” ujar Dian usai perlombaan.
Mengapa Lomba Ini Penting bagi Warga PPU?
Balap speedboat bukan sekadar olahraga air. Di wilayah pesisir seperti PPU, speedboat adalah alat transportasi utama yang menghubungkan antar kampung. Lomba ini sekaligus menjadi ajang edukasi keselamatan pelayaran bagi masyarakat.
Satpolairud Polres PPU sengaja mengemas kegiatan ini dalam suasana kompetisi agar pesan keselamatan lebih mudah diterima. Langkah ini juga memperkuat kedekatan antara polisi dan komunitas nelayan setempat.
Bagaimana Antusiasme Warga?
Ribuan warga memadati tepian sungai dan dermaga untuk menyaksikan lomba. Sorak sorai terdengar setiap kali speedboat melesat di tikungan. Suasana makin meriah karena lomba digelar bertepatan dengan akhir pekan.
Kegiatan ini juga diisi dengan bazar UMKM dan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga dari kampung tetangga pun ikut hadir, menjadikan acara ini semacam festival kecil di pesisir PPU.
Apa Rencana Selanjutnya?
Polres PPU berencana menjadikan lomba balap speedboat sebagai agenda tahunan. Mereka menilai antusiasme masyarakat sangat tinggi dan kegiatan ini efektif mendekatkan polisi dengan warga.
“Ke depan kami akan tambah kelas lomba, termasuk untuk kapal motor nelayan,” ujar perwakilan Satpolairud. Hal ini diharapkan bisa menjaring lebih banyak peserta dari kalangan nelayan tradisional.
Apakah Lomba Ini Berdampak pada Ekonomi Lokal?
Ya. Kehadiran ribuan penonton mendorong perputaran uang di sektor kuliner dan transportasi. Pedagang kaki lima dan pemilik warung makan di sekitar lokasi lomba mengaku omzet mereka naik hingga dua kali lipat selama acara berlangsung.
Bagi warga PPU, lomba ini bukan sekadar hiburan. Ia menjadi penggerak ekonomi kecil yang langsung dirasakan oleh pedagang dan penyedia jasa perahu antar kampung.