BONTANG — Dua tim dari SMAN 2 Bontang sukses menjadi yang terbaik dalam ajang bergengsi Duta Pelajar Sadar Hukum (DPSH) 2026 tingkat Kota Bontang. Mereka masing-masing meraih juara pertama dan kedua, mengalahkan puluhan peserta dari sekolah menengah atas lainnya di kota tersebut.
Ajang yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Bontang ini bertujuan mencetak agen perubahan di kalangan generasi muda. Para duta terpilih nantinya akan menjadi ujung tombak sosialisasi hukum di lingkungan sekolah masing-masing.
Inovasi Siber Jadi Pembeda Utama
Yang membuat prestasi SMAN 2 Bontang menonjol adalah pendekatan inovatif yang mereka bawa. Kedua tim mengusung program berbasis siber yang secara khusus dirancang untuk menekan dua masalah krusial di kalangan remaja: penyalahgunaan narkoba dan perundungan (bullying).
Program ini dinilai dewan juri lebih relevan dengan kondisi pelajar saat ini yang akrab dengan dunia digital. Alih-alih menggunakan metode sosialisasi konvensional, para siswa SMAN 2 Bontang menawarkan platform digital yang interaktif dan mudah diakses.
Apa Isi Program Siher Pemenang?
Tim juara pertama mengusung konsep aplikasi atau kanal digital yang memungkinkan pelajar melaporkan kasus perundungan secara anonim. Sementara tim juara kedua fokus pada kampanye literasi digital untuk melawan bahaya narkoba melalui konten-konten kreatif di media sosial.
Kedua inovasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di sekolah-sekolah lain di Bontang. Bahkan, Kejari Bontang disebut-sebut akan mengadopsi beberapa elemen dari program ini ke dalam program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).
Mengapa Duta Pelajar Sadar Hukum Penting?
Program DPSH bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah pembentukan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Para duta yang terpilih akan mendapatkan pembekalan langsung dari jaksa dan aparat penegak hukum lainnya.
Mereka kemudian bertugas menyebarkan pemahaman tentang bahaya narkoba, dampak perundungan, serta konsekuensi hukum dari pelanggaran lalu lintas dan kenakalan remaja. Dengan pendekatan teman sebaya, pesan-pesan hukum diharapkan lebih mudah diterima oleh siswa lain.
Bagaimana Dampaknya bagi Pelajar Bontang?
Keberhasilan SMAN 2 Bontang diharapkan memicu sekolah-sekolah lain untuk berinovasi. Persaingan sehat dalam ajang DPSH tahun depan diprediksi akan semakin ketat dengan munculnya lebih banyak ide-ide kreatif berbasis teknologi.
Bagi warga Bontang, prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda kota tersebut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap persoalan hukum dan sosial di lingkungannya.
Kapan Program Ini Mulai Diimplementasikan?
Para duta terpilih sudah mulai bertugas sejak pengumuman pemenang pada awal tahun 2026. Mereka akan menjalani masa bakti selama satu tahun ke depan dengan agenda rutin sosialisasi ke sekolah-sekolah dan melalui platform digital yang telah mereka bangun.